Polri Sebut Saksi Ahli Akan Dalami Penyebab Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya

Kompas.com - 26/12/2019, 19:14 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, saksi ahli akan menganalisa penyebab kecelakaan tunggal Bus Sriwijaya yang terjadi Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019), pukul 23.15 WIB.

"Dari ahli nanti akan menilai, di sana apakah adalah kelalaian manusia? Apakah itu cuaca? Apakah karena kendaraan itu sendiri? Dari saksi ahli nanti yang menilai," ujar Argo, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (24/12/2019).

Argo mengatakan, personel Korlantas Polri sudah meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: 35 Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya Diserahkan ke Keluarga

Menurutnya, petugas Korlantas Polri juga akan mendalami dan menilai penyebab kecelakaan tersebut.

"Tentunya nanti dilihat kan situasinya seperti apa? Apakah jalannya rusak atau lebarnya? Kemudian kalau malam apakah ada penerangan jalan?" katanya.

Sejauh ini, kepolisian mencatat terdapat 35 korban meninggal.

Diberitakan, bus Sriwijaya mengalami kecelakaan tunggal di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, pukul 23.15 WIB, Senin (23/12/2019) malam.

Kecelakaan terjadi di jalan Lintas Pagar Alam-Lahat KM 9.

Bus jenis Fuso berpelat nomor BD 7031 AU yang dikemudikan Ferry membawa puluhan penumpang pool bus Sriwijaya di wilayah Bengkulu sekitar pukul 14.00 WIB menuju Palembang.

Baca juga: KNKT Duga Sopir Tak Mengerem Sebelum Bus Sriwijaya Terjun ke Jurang

Setelah berangkat, bus kemudian mendekati tempat kejadian perkara (TKP) sekitar sembilan jam dari waktu keberangkatan atau pukul 23.00 WIB.

Saat melewati tikungan Lematang, insiden naas itu terjadi, tepatnya ketika berusaha melewati tikungan.

Bus yang dalam kondisi kecepatan tinggi kemudian menabrak dinding penahan tikungan Lematang Indah.

Akibat terjangan tersebut, bus terpelosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 75 meter.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X