Menlu Retno: Menhan Filipina Janji Bekerja Sekeras Mungkin Bebaskan 1 WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Kompas.com - 26/12/2019, 17:20 WIB
Ketiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar. Screengrab from The StarKetiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, pemerintah masih fokus dalam pembebasan 1 Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, yaitu Muhammad Farhan.

Retno mengaku, terus berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Filipina agar pembebasan satu WNI itu dapat segera dilakukan.

"Kita meminta agar upaya penyelamatan, upaya pembebasan dengan selamat dapat juga segera dilakukan dan Menteri Pertahanan Filipina mengatakan akan bekerja sekeras mungkin untuk pembebasan tersebut," kata Retno di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Baca juga: Prabowo Akan Bertemu Menhan Filipina Bahas Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf

Retno mengatakan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana untuk menyampaikan beberapa hal termasuk masalah penyanderaan WNI yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf.

"Pagi tadi saya juga berkomunikasi dengan pak Menteri Pertahanan pak Prabowo untuk menyampaikan juga beberapa hal, termasuk juga masalah penyanderaan ini," kata dia.

Lebih lanjut, Retno mengatakan, untuk menjamin keamanan WNI di perairan Sulu dan sekitarnya, sebenarnya Indonesia, Malaysia dan Filipina memiliki kerjasama trilateral.

Oleh karenanya, ia meminta ketiga negara tersebut mengintensifkan kerja sama sehingga kejadian penyanderaan tidak terjadi lagi.

"Jadi kita perlu untuk mengintensifkan kerjasama tersebut, sehingga sekali lagi upaya prevensi ini dapat kita lakukan dan dapat mencegah jatuhnya korban lain di kemudian hari," pungkas Retno.

Sebelumnya, dua WNI yang disandera Abu Sayyaf, yakni Maharudin Lunani dan Samiun Maneu sudah terlebih dulu dibebaskan.

Baca juga: Menlu Retno Serahkan Dua WNI yang Disandera Abu Sayyaf kepada Keluarga

Keduanya diantar oleh Duta Besar Indonesia untuk Filipina yaitu Sinyo Harry Sarundajang dan dihadiri oleh keluarga Maharudin dan Samiun.

Retno menjelaskan, pembebasan dua WNI dilakukan atas kerja sama antara otoritas Indonesia dan pemerintah Filipina.

Ia menceritakan, Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Filipina Rodrigor Duterte agar memberikan perhatian terhadap tiga WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Di mana pada saat itu presiden Duterte langsung menyampaikan komitmen untuk membantu sekuat tenaga. Pada waktu yang sama saya juga bicara dengan menhan Filipina untuk menyampaikan permintaan yang sama," ujar Retno.

Retno mengatakan, hasil pembicaraan Jokowi dan Duterte kemudian ditindaklanjuti dibawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang melibatkan Kementerian Luar Negeri dan pihak dari Filipina.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X