Polri Akui Punya Granat Asap, Tapi Ini Peruntukkannya...

Kompas.com - 04/12/2019, 22:10 WIB
Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Rabu (9/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra mengakui bahwa Polri memang memiliki senjata jenis granat asap.

"Kita itu memiliki beberapa jenis granat asap tersebut," ujar Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: Polisi Tegaskan Granat Asap yang Meledak di Monas Bukan Milik Mereka

Granat asap tersebut digunakan untuk sejumlah situasi. Mulai dari penanganan kejahan bereskalasi tinggi hingga penanganan aksi unjuk rasa.

"Baik dalam konteks kita penindakan terhadap eskalasi kejahatan tingkat tinggi dan kemudian kita ada kaitannya dengan, ketika kita harus memberikan dampak deteren kegiatan-kegiatan aksi unjuk rasa," ujar Asep.

Baca juga: Polisi Periksa Serpihan Sisa Ledakan di Monas

Namun, Asep enggan berkomentar soal apakah ledakan yang menyebabkan dua personel TNI terluka di Monas, beberapa waktu lalu, bersumber dari granat asap tersebut atau bukan.

Saat ini, polisi sendiri masih terus memeriksa bahan dasar peledak itu.

Merujuk pada keterangan Kepala polda Metro Jaya Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono, kata Asep, saat ini polisi mengidentifikasi peledak itu adalah sebuah granat asap.

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Bahan Dasar Peledak di Monas

"Ini terus dilakukan penyelidikan, pendalaman secara laboratoris, terhadap kepastian apakah itu benar granat asap atau ada bentuk lainnya," ujar Asep.

"Kita lihat nanti hasil puslabfor seperti apa hasilnya," lanjut dia.

Sebelumnya diberitakan, sebuah ledakan terjadi di dalam area Monas, Selasa sekitar pukul 07.40 WIB.

Baca juga: Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Dalami Ledakan Granat Asap di Monas

Dua personel TNI bernama Serka Fajar dan Praka Gunawan terluka akibat ledakan itu. Keduanya kini sedang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta.

Dari foto dan video yang beredar di jagat maya, korban terkapar dan menderita luka parah. Tangan kirinya tampak cedera cukup serius, sedangkan wajah dan dadanya berlumur darah.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X