Try Sutrisno: Pancasila Masih Relevan, Disarikan dari Nilai Agama

Kompas.com - 19/11/2019, 12:15 WIB
Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019). KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Try Sutrisno menegaskan, Pancasila masih relevan menjadi solusi persoalan kekinian bangsa.

Menurut Try, Pancasila disusun berdasarkan intisari nilai-nilai yang ada di nusantara.

"Pancasila itu jadi dasar negara pertama. Sebab disusun dari nol, dan fundamental. Pancasila digali dari semua budaya dan adat kita, bahkan sudah disarikan dari nilai-nilai agama yang ada di nusantara," ujar Try ketika memberikan materi penguatan nilai Pancasila kepada pengajar dan penceramah di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Baca juga: 7 Fakta Tersangka Bom Bunuh Diri di Medan, Latihan Berkuda dan Memanah hingga Tak Hapal Pancasila


Try mengingatkan bahwa para penyusun Pancasila merupakan orang-orang yang beragama.

Dengan begitu, Try menyebut Pancasila dikembangkan dengan prinsip genetivus objectivus (didasari dengan prinsip filsafat barat) dan genetivus subjektivus (dikembangkan dengan mengkritisi perkembangan terkini).

"Sehingga, sebagai dasar negara, Pancasila diharap bisa menjadi solving nantinya saat menghadapi persoalan bangsa yang ada. Salah satunya, kalau kita hadapi situasi saat ini, marak soal transideologi (ideologi transnasional)," lanjut Try.

Try mengingatkan paparan ideologi transnasional perlu diwaspadai semua pihak.

Terlebih, di era keterbukaan informasi yang memberi ruang kepada masyarakat mencari informasi secar bebas.

"Hati-hati saat kita main-main smartphone. Kita bisa searching ke mana saja, lalu kaum milenial bisa bebas dari segala tekanan, terbuka sampai bebas bebasnya," kata Try.

Baca juga: BPIP Minta Pancasila Diajarkan secara Lebih Merakyat

"Jangan sampai bangsa Indonesia goncang akibat dinamika kehidupan nasional dan internasional ini," lanjut dia.

Sehingga, Try meminta pemahaman kepada nilai Pancasila kepada generasi muda terus diulang dan dikembangkan.

Try khawatir tanpa pemahaman kepada dasar negara yang baik, ke depannya bangsa Indonesia kembali mundur.

"Kalau tidak selalu di-refresh terus menerus soal komitmen untuk melaksanakan Pancasila, negara bisa masuk zaman zero. Indonesia balik lagi dari nol," tambah Try. 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X