Try Sutrisno: Dulu PKI, Sekarang ISIS, Prabowo Harus Atasi

Kompas.com - 29/10/2019, 22:52 WIB
Wapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019). KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAWapres RI periode 1993-1998, Try Sutrisno, saat menemui wartawan di Bale Raos, Kota Yogyakarta, Selasa (29/10/2019).

KOMPAS.com - Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno menilai, Presiden Joko Widodo tepat menempatkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Menurut Try, sektor pertahanan memang merupakan bidang yang dikuasai Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Kita positif (menyambut Prabowo sebagai Menteri Pertahanan). Pak Prabowo adalah tentara, kalau dijadikan menteri pertahanan ya pantas karena memang bidangnya," kata Try, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Trump Klaim Calon Pengganti Abu Bakar al-Baghdadi sebagai Pemimpin ISIS Juga Sudah Tewas

Try sendiri hadir dalam prosesi serah terima jabatan dari Menteri Pertahanan terdahulu Ryamizard Ryacudu ke Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia pun berharap Prabowo mampu meningkatkan pertahanan negara, tidak hanya dari ancaman ideologi komunisme, melainkan juga dari ancaman terorisme.

"Dulu kan cuma gerombolan, PKI, kanan-kiri. Sekarang ini kan ada dari Arab yang ngebom-ngebom itu," ujar Try.

"Ada Al Qaeda, ada ISIS, ada macam-macam teror. Hati-hati ya, ancaman negaramu sangat besar. Itu harus bisa (diatasi) Prabowo," lanjut dia.

Baca juga: Pesan Try Sutrisno untuk Menhan Prabowo Subianto

Try menambahkan, agar dapat hidup makmur, sebuah negara harus aman terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, Try mendorong Prabowo secara khusus meningkatkan perlawanan terhadap radikalisme.

"Melawan radikalisme. Iyalah jelas. Kamu mau negara tidak aman? Negaramu aman tentram, bersatu supaya bisa makmur kalau kamu tidak aman tidak bisa makmur," kata Try. 

 



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Nasional
Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Nasional
Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Nasional
Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Nasional
Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Nasional
Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Nasional
Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Nasional
Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Nasional
Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Nasional
Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Nasional
Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Nasional
Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X