Jejak Karier dan Politik Angela Tanoesoedibjo, Anggota Termuda Kabinet

Kompas.com - 25/10/2019, 14:39 WIB
Angela Tanoesoedibjo, anak dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, merapat ke Istana, Jumat (25/10/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinAngela Tanoesoedibjo, anak dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, merapat ke Istana, Jumat (25/10/2019).

KOMPAS.com - Angela Herliani Tanoesoedibjo ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pariwista dan Ekonomi Kreatif. Ia baru saja dilantik Presiden Joko Widodo bersama 11 wakil menteri lain hari ini, Jumat (25/10/2019).

Angela (32) merupakan anggota termuda di Kabinet Indonesia Maju.

Perempuan kelahiran Ottawa, Kanada pada 23 April 1987 ini pernah mengenyam pendidikan strata satu di Universitas Technology Sydney. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universtas New South Wales.

Sebelum lulus kuliah, Angela mendirikan majalah hiburan HighEnd Magazine dan HighEnd Teen Magazine pada tahun 2008. Ia pun menjadi Editor in Chief di majalah tersebut.

Setelah ia lulus kuliah tahun 2010, putri sulung pengusaha media Harry Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo ini masuk ke MNC Group, perusahaan yang didirikan ayahnya. Ia masuk sebagai staff keuangan kala itu.

Baca juga: Profil Angela Tanoesoedibjo, Putri Hary Tanoe Jadi Anggota Termuda Kabinet

Tahun 2012 ia kemudian menjadi Co-Managing Director di MNC Channel. Sejak itu, kariernya melesat di perusahaan ayahnya sendiri.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Media Nusantara Citra (MNC), Wakil Direktur RCTI, dan Wakil Direktur GTV. Pada tahun 2018, Angela didapuk sebagai Managing Director RCTI dan GTV.

Karier politik

Karir politik Angela sejatinya baru seumur jagung. Ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Dapil Jatim I pada pemilihan umum 2019. Partai itu tak lain adalah partai besutan sang ayah.

Namun, Angela gagal menjadi wakil rakyat karena hanya meraup 30.707 suara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

OTT Bupati Banggai Laut, KPK Juga Tangkap Pihak Swasta

Nasional
Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Ahli Epidemiologi: Ada 4 Indikator untuk Mengukur Keberhasilan Penanganan Pandemi

Nasional
Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Penyidik Punya Waktu 1x24 Jam Tentukan Status Penahanan Ustaz Maaher

Nasional
Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Wapres Pastikan Merger Bank Syariah Didukung SDM Mumpuni

Nasional
Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Wapres Minta Pengusaha Sumbang Inisiatif Tangani Covid-19

Nasional
Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ida Fauziyah, Menteri Keempat yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Nasional
Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Tiga Provinsi Catat Kasus Harian Covid-19 Lebih dari 1.000, Satgas: Ada Perbedaan Data dengan Pusat

Nasional
Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Pasien Positif Covid-19 Tetap Dapat Memilih pada Pilkada, Ini Mekanismenya

Nasional
Long Covid Mengintai 'Survivor' Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Long Covid Mengintai "Survivor" Covid-19 Bergejala Sedang hingga Kritis

Nasional
Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Dorong Akslerasi Potensi, Pemerintah Tak Targetkan Nilai Kontribusi Merger Bank Syariah

Nasional
Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Menkes Terawan Dilaporkan ke Ombudsman karena Tak Respons Desakan Revisi PP tentang Tembakau

Nasional
Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Positif Covid-19, Menaker Ida Fauziyah Disebut Tak Rasakan Keluhan

Nasional
BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

BNPB Serahkan Bantuan Rp 500 Juta untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Di Lumajang, Doni Monardo Sampaikan Pesan Presiden: Keselamatan Rakyat Hukum yang Tertinggi

Di Lumajang, Doni Monardo Sampaikan Pesan Presiden: Keselamatan Rakyat Hukum yang Tertinggi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X