Apel Pengamanan Pelantikan Presiden, Panglima TNI: Cermati Informasi Intelijen

Kompas.com - 17/10/2019, 13:50 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/Devina HalimPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berpesan kepada para personel pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden agar cermat dalam mengolah informasi intelijen.

Hal itu diungkapkan Hadi saat apel gelar pasukan pengamanan pelantikan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10/2019).

"Cermati setiap informasi yang masuk dan olah informasi tersebut dengan cermat agar kita tidak melewatkan informasi intelijen sekecil apa pun," ujar Hadi.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden Kapolri Tak Larang Demo, tetapi...

Menurut dia, jika informasi tersebut gagal dipahami, akan berdampak pada pengambilan keputusan. Hal itu juga bisa membahayakan pelaksanaan tugas.

Hadi pun mengajak seluruh komponen bangsa ikut berkontribusi dalam menjamin keberhasilan pelantikan pasangan terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebab, marwah serta nama baik bangsa dipertaruhkan dalam pelaksanaan pelantikan tersebut.

"Marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia dipertaruhkan dalam event ini. Dengan demikian, seluruh komponen bangsa harus turut serta dalam menjamin keberhasilan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih," ujar dia.

Baca juga: Kapolri: Pelantikan Acara Konstitusional, TNI-Polri akan Mengamankan

Ia pun berpesan agar personel yang bertugas berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait. Selain itu, Hadi meminta setiap personel menghilangkan ego sektoral.

"Hilangkan ego sektoral yang sempit. Saatnya kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara," kata dia.

Dalam rangka pengamanan pelantikan, 30.000 personel yang disiagakan. Tokoh yang diamankan terdiri dari presiden-wapres beserta keluarganya, kepala negara, kepala pemerintahan, tamu dari luar negeri, dan utusan khusus.

Sementara itu, tempat yang menjadi fokus pengamanan adalah Gedung DPR/MPR sebagai tempat dilaksanakannya pelantikan, Istana Presiden, serta kawasan Glodok dan Jembatan Tiga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X