Kompas.com - 14/10/2019, 07:17 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bintara dari Detasemen Kavaleri Berkuda Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD berinisial Sersan Dua J dikurung selama 14 hari terhitung sejak Sabtu (12/10/2019) lalu.

Kurungan tersebut merupakan bentuk sanksi atas perilaku sang istri berinisial L di media sosial yang mengunggah komentar negatif soal penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, beberapa waktu lalu.

"Ini masuk hukuman pidana ringan dalam hukum militer. Tidak ada pemberhentian (kepada Serda J)," ujar Kepala Penerangan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD Letnan Kolonel Kavaleri Christian Rambu, sebagaimana dikutip Antara.

Baca juga: Pengamat Sebut Komentar Istri TNI soal Wiranto Jadi Sinyal Tertentu

Serda J menjalani masa kurungannya di dalam kompleks Markas Komando Detasemen Kavaleri Berkuda Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

J dinilai tidak memperhatikan etika dalam penggunaan media sosial di lingkungan TNI AD walau hal itu dilakukan istrinya, yang merupakan anggota korps Keluarga Besar TNI.

Menurut aturan dinas TNI AD, J dinilai perlu bertanggung jawab atas aktivitas sang istri di media sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena keluarga, suami harus tanggung jawab atas apa yang diperbuat istrinya," kata Rambu.

Baca juga: Pakar: Komentar Istri TNI Soal Penusukan Wiranto Tak Cerminkan Institusi

Seiring dengan itu, L juga harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran ia merupakan seorang sipil. Hukum militer dan aturan-aturannya tidak berlaku terhadap L.

"Berkas istri (Serda J) sudah dilimpahkan ke Polres Cimahi. Sementara waktu, istrinya tinggal dan menunggu di asrama Detasemen Kavaleri Berkuda Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD," ujar Rambu.

Ia mengimbau kepada prajurit TNI beserta keluarganya untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

 

Kompas TV Wakil Presiden Terpilih Ma'ruf Amin menjenguk Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto. Ma'ruf Amin menyebut kondisi Wiranto mulai berangsur membaik. Ma'ruf Amin mengaku baru menjenguk Wiranto karena baru saja kembali dari Nusa Tenggara Barat menghadiri agenda MUI. Ma'ruf sempat berdialog dengan dokter terkait kondisi terkini Wiranto. Menurutnya Wiranto sedang menjalani proses penyembuhan dan segera pulih. Hingga kini Menko Polhukam Wiranto masih menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto. Wiranto masih dirawat di ruang ICU di RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani fisioterapi. Tak hanya itu alat bantu yang awalnya digunakan Wiranto pun telah dilepas. Wiranto juga tengah dalam proses pemulihan karena luka tusuk yang ia derita. #WirantoDiserang #MarufAmin #RSPAD
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

Nasional
Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

Nasional
UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

UNJ Disebut Akan Ubah Aturan demi Beri Gelar untuk Ma'ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Menilik Sejarah Terbentuknya Korps Paskhas TNI AU...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.