Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Sulawesi Tengah

Kompas.com - 02/10/2019, 22:02 WIB
Petugas kepolisian berjaga saat penggeledahan rumah kontrakan di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) malam. Tim Densus 88 Polri bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan sejumlah barang bukti dari salah satu kamar rumah kontrakan milik dua dari enam terduga teroris kelompok JAD yang ditangkap di Bekasi. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPetugas kepolisian berjaga saat penggeledahan rumah kontrakan di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) malam. Tim Densus 88 Polri bersama Kepolisian Daerah Jawa Barat mengamankan sejumlah barang bukti dari salah satu kamar rumah kontrakan milik dua dari enam terduga teroris kelompok JAD yang ditangkap di Bekasi. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Detasemen Khusus ( Densus) 88 Antiteror Polri menangkap lima terduga teroris di Jalan Trans Sulawesi, Bahonsuai, Bumi Raya, Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (29/9/2019).

Kelimanya diduga merupakan kaki tangan dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT) pimpinan Ali Kalora, yang saat ini masih diburu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kelimanya juga diduga terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah ( JAD).

Baca juga: Mengapa Teroris Kerap Terjaring di Bekasi?

Terduga teroris pertama adalah MR yang diduga mencoba merakit bom rakitan dengan casing botol parfum.

"Keterlibatan yang bersangkutan dalam kelompok JAD atau MIT yang ada di Sulteng adalah mencoba membuat bom rakitan," kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Baca juga: Kata Pengamat soal Karakteristik Lokasi yang Dipilih Teroris Sebagai Tempat Tinggal

Selain itu, menurut Dedi, MR juga melakukan serangkaian aksi perampokan untuk mendanai aksi teror. MR mencuri kendaraan bermotor di parkiran sebuah perusahaan di Morowali.

Dedi mengatakan, MR juga berperan memantau sasaran dalam aksi amaliyah mereka.

Sementara keempat rekannya yang ditangkap berinisial AA alias Adi, AA alias Anto, W dan I. Dedi mengatakan bahwa AA alias Adi dan AA alias Anto memiliki keterlibatan yang sama dengan MR.

Sementara, W berperan sebagai anggota, sedangkan I diduga membantu MR.

Menurut Dedi, mereka merencanakan aksi amaliyah dengan sasaran aparat kepolisian.

Baca juga: Saran Pengamat untuk Antisipasi Keberadaan Teroris Lebih Dini di Lingkungan RT

"Untuk sasarannya kantor polisi baik di polres setempat maupun polsek, serta ada beberapa kantor pemerintahan yang sudah dilakukan survei oleh kelompok tersebut," ungkapnya.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kelima orang tersebut, termasuk komunikasi mereka dengan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

Dari kelimanya, polisi menyita bom rakitan dengan botol parfum, anak panah, parang, ketapel, paku yang dipotong, larutan air belerang, landasan korek api, rangkaian elektronik, pupuk urea, aki mobil, senter, charger, dan sejumlah bahan lainnya untuk merakit bom.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Menhan Prabowo: ASEAN Harus Bisa Jadi Penyeimbang di Indo-Pasifik

Nasional
Pilkada Langsung Disebut Berbiaya Tinggi, Pakar: Masalahnya Ada di Parpol

Pilkada Langsung Disebut Berbiaya Tinggi, Pakar: Masalahnya Ada di Parpol

Nasional
Soal Sertifikasi Nikah, Pemerintah Diminta Tak Campuri Urusan Rakyat Terlalu Jauh

Soal Sertifikasi Nikah, Pemerintah Diminta Tak Campuri Urusan Rakyat Terlalu Jauh

Nasional
Akar Persoalan 'Mati Satu Tumbuh Seribu' Pelaku Terorisme

Akar Persoalan "Mati Satu Tumbuh Seribu" Pelaku Terorisme

Nasional
DPR Diminta Libatkan Seluruh Kalangan Bahas Pasal RKUHP yang Bermasalah

DPR Diminta Libatkan Seluruh Kalangan Bahas Pasal RKUHP yang Bermasalah

Nasional
Jamin Kebebasan Beragama, Pemerintah Diminta Perbaiki Kualitas Kebijakan dan Penegakan Hukum

Jamin Kebebasan Beragama, Pemerintah Diminta Perbaiki Kualitas Kebijakan dan Penegakan Hukum

Nasional
PDI-P Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

PDI-P Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

Nasional
Imparsial Catat 31 Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Sepanjang 2019

Imparsial Catat 31 Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Sepanjang 2019

Nasional
Sejumlah Tokoh Akan Gugat UU KPK ke MK, tapi Tetap Dorong Perppu

Sejumlah Tokoh Akan Gugat UU KPK ke MK, tapi Tetap Dorong Perppu

Nasional
Imparsial: Intoleransi Masih Jadi Masalah yang Terus Berulang di Indonesia

Imparsial: Intoleransi Masih Jadi Masalah yang Terus Berulang di Indonesia

Nasional
Hari Toleransi Internasional, Negara Diharap Perkuat Jaminan Hak Beragama dan Berkeyakinan

Hari Toleransi Internasional, Negara Diharap Perkuat Jaminan Hak Beragama dan Berkeyakinan

Nasional
Erupsi, Status Gunung Merapi Waspada

Erupsi, Status Gunung Merapi Waspada

Nasional
Tim Advokasi: Bukan Dipulihkan, Novel Baswedan Justru Kembali Jadi Korban

Tim Advokasi: Bukan Dipulihkan, Novel Baswedan Justru Kembali Jadi Korban

Nasional
Pasca-Bom Medan, BNPT Minta Ada Koordinasi soal Aturan Kunjungan Napi Terorisme

Pasca-Bom Medan, BNPT Minta Ada Koordinasi soal Aturan Kunjungan Napi Terorisme

Nasional
Antisipasi Teror Harus Dilakukan Secara Menyeluruh...

Antisipasi Teror Harus Dilakukan Secara Menyeluruh...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X