Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Meninggalnya BJ Habibie

Kompas.com - 11/09/2019, 20:56 WIB
Jokowi Temui BJ Habibie   Didampingi juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, calon presiden Joko Widodo berkunjung ke kediaman presiden RI ke-3 BJ Habibie di Jakarta, Jumat (18/7/14). Selain bersilaturahim,
Jokowi juga ingin mendengarkan pengalaman Habibie.

Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT)
18 Juli 2014

DIMUAT 19/7/14 HAL  2 *** Local Caption *** Didampingi juru bicara Tim pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, Capres nomor urut 2, Joko Widodo, berkunjung ke kediaman Presiden RI Ke-3, BJ. Habibie, di Jakarta, Jumat (18/7). Selain bersilaturahmi, Kunjungan itu juga untuk berbagi pengalaman dengan Habibie.

Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT)
18 Juli 2014
WISNU WIDIANTORO Jokowi Temui BJ Habibie Didampingi juru bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, calon presiden Joko Widodo berkunjung ke kediaman presiden RI ke-3 BJ Habibie di Jakarta, Jumat (18/7/14). Selain bersilaturahim, Jokowi juga ingin mendengarkan pengalaman Habibie. Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT) 18 Juli 2014 DIMUAT 19/7/14 HAL 2 *** Local Caption *** Didampingi juru bicara Tim pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, Capres nomor urut 2, Joko Widodo, berkunjung ke kediaman Presiden RI Ke-3, BJ. Habibie, di Jakarta, Jumat (18/7). Selain bersilaturahmi, Kunjungan itu juga untuk berbagi pengalaman dengan Habibie. Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT) 18 Juli 2014

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyampaikan duka citanya yang mendalam atas kepergian presiden ke-3 RI, Bacharudin Jusuf Habibie pada Rabu (11/9/2019) petang.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun, perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Prof BJ Habibie tadi jam 18.05 di RSPAD Gatot Subroto," ujar Jokowi saat memberi keterangan pers usai menyampaikan duka citanya, Rabu (11/9/2019) malam.

Baca juga: Fahri Hamzah: Selamat Jalan Pak Habibie, Kami Mencintai Anda

Jokowi mengaku datang ke RSPAD Gatot Subroto lima menit sebelum BJ Habibie wafat. Dia mengatakan, tiga hari lalu dia sempat menjenguk Habibie yang kondisinya memang tidak stabil.

"Saya sampai ke sini, lima menit sebelumnya beliau sudah tidak ada. Tapi tiga hari lalu saya juga menengok beliau, tapi juga sama, tidak bisa berbicara dengan beliau karena memang kondisi sakit beliau," kata dia. 

Jokowi juga menyampaikan kesannya terhadap BJ Habibie. Dia mengatakan, BJ Habibie merupakan seorang ilmuwan dan bapak teknologi Indonesia serta presiden RI yang ke-3.

"Selalu setiap persoalan-persoalan yang ada di negara kita, soal urusan ekonomi, kebangsaan beliau selalu langsung menyampaikan solusinya, jalan keluarnya," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, almarhum BJ Habibie seringkali datang ke Istana Negara atau meneleponnya untuk berbicara.

"Kadang sering beliau datang ke Istana, telepon saya. Saya kira beliau adalah seorang negarawan yang patut kita jadikan contoh, suritauladan," kata dia.

Baca juga: Kenangan Anies Saat Masih SMA Wawancarai Sosok Habibie...

Tak lupa, Jokowi juga menyampaikan duka citanya yang mendalam dan berdoa agar seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, diberikan kesabaran, dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan oleh Bapak Prof BJ Habibie semasa hidupnya," ucap Jokowi.

BJ Habibie meninggal dunia pada pukul 18.05 WIB dalam usia 83 tahun.

BJ Habibie langsung disemayamkan di rumah pribadinya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan setelah dimandikan di RSPAD Gatot Subroto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejagung Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Tiga Kantor terkait Kasus Jiwasraya

Kejagung Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Tiga Kantor terkait Kasus Jiwasraya

Nasional
 Periksa Ketua KPU Sumatera Selatan, Ini yang Didalami KPK

Periksa Ketua KPU Sumatera Selatan, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Walhi Sebut Pemindahan Ibu Kota Baru Akan Diikuti Beban Ekologis

Walhi Sebut Pemindahan Ibu Kota Baru Akan Diikuti Beban Ekologis

Nasional
Disebut Dukung Keluarga Jokowi-Ma'ruf di Pilkada, PSI Tegaskan Tolak Politik Dinasti

Disebut Dukung Keluarga Jokowi-Ma'ruf di Pilkada, PSI Tegaskan Tolak Politik Dinasti

Nasional
Saran MK Dinilai Memberatkan, Pemohon Cabut Gugatan Uji Materi Terkait Kasus First Travel

Saran MK Dinilai Memberatkan, Pemohon Cabut Gugatan Uji Materi Terkait Kasus First Travel

Nasional
Gugatannya Ditolak MK, Perludem dan KPI Gantungkan Harapan ke DPR

Gugatannya Ditolak MK, Perludem dan KPI Gantungkan Harapan ke DPR

Nasional
Periksa 4 Saksi, Kejagung Dalami Modus Kasus Jiwasraya

Periksa 4 Saksi, Kejagung Dalami Modus Kasus Jiwasraya

Nasional
Walhi Prediksi Kebijakan Pemerintah Terkait Investasi Akan Timbulkan Krisis Multidimensi

Walhi Prediksi Kebijakan Pemerintah Terkait Investasi Akan Timbulkan Krisis Multidimensi

Nasional
PBNU Minta Pemerintah Segera Pulangkan WNI di Wuhan

PBNU Minta Pemerintah Segera Pulangkan WNI di Wuhan

Nasional
Periksa Muhaimin Iskandar, KPK Dalami Aliran Suap Kasus Kementerian PUPR

Periksa Muhaimin Iskandar, KPK Dalami Aliran Suap Kasus Kementerian PUPR

Nasional
Partai Nonparlemen Juga Minta Pemerintah Turunkan Presidential Treshold

Partai Nonparlemen Juga Minta Pemerintah Turunkan Presidential Treshold

Nasional
MK Kabulkan Gugatan soal Panitia Pengawas, Bawaslu Sebut UU Pilkada Tak Harus Direvisi

MK Kabulkan Gugatan soal Panitia Pengawas, Bawaslu Sebut UU Pilkada Tak Harus Direvisi

Nasional
Jokowi Targetkan Omnibus Law 100 Hari, Ketua DPR: Jangan Terburu-buru

Jokowi Targetkan Omnibus Law 100 Hari, Ketua DPR: Jangan Terburu-buru

Nasional
Bawaslu Sebut Putusan MK soal Frasa Panwas Berikan Kepastian Hukum

Bawaslu Sebut Putusan MK soal Frasa Panwas Berikan Kepastian Hukum

Nasional
Perludem Kecewa MK Menolak Hapus Syarat Kawin untuk Pemilih Pilkada

Perludem Kecewa MK Menolak Hapus Syarat Kawin untuk Pemilih Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X