Saat Erdogan Sebut Jokowi "My Brother" di Depan Dubes RI

Kompas.com - 24/08/2019, 18:40 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo menggelar jumpa pers besama, usai pembicaraan di Ankara, Turki, Kamis (6/7/2017). ANADOLUPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo menggelar jumpa pers besama, usai pembicaraan di Ankara, Turki, Kamis (6/7/2017).

KOMPAS.com - Duta Besar RI untuk Republik Turki Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden RI kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam upacara yang berlangsung di Istana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Jumat (23/8/2019).

Dalam pembicaraan bilateral usai Upacara Penyerahan Surat Kepercayaan yang didahului dengan Upacara Penghormatan oleh Pasukan Khusus Kepresidenan (presidential guard), Presiden Erdogan beberapa kali menyebut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan sapaan "my brother" atau "saudaraku".

"Di setiap pertemuan di mana kami hadir, saya selalu menyempatkan diri bertemu dengan brother Widodo," ucap Presiden Erdogan kepada Dubes Iqbal, sebagaimana disampaikan melalui keterangan tertulis KBRI Ankara dan dikutip Antara, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga: Erdogan: Warga Minoritas Muslim Hidup Bahagia di Xinjiang

Presiden Erdogan merujuk ceritanya tersebut ketika bertemu dengan Presiden Jokowi di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu.

Pembicaraan bilateral antara Presiden Erdogan dengan Dubes RI tersebut berlangsung di ruang tamu Istana Kepresidenan Kulliyesi, yang menjadi simbol Turki baru.

Iqbal sendiri mengatakan, Presiden Erdogan sangat memberikan perhatian khusus kepada Indonesia.

"Dalam diskusi yang sangat interaktif, sangat jelas bahwa Presiden Erdogan memberikan perhatian khusus kepada Indonesia. Indonesia dan Presiden Jokowi punya tempat khusus di hati beliau," kata Dubes Iqbal menceritakan suasana diskusinya dengan Presiden Erdogan.

Satu Jam Lebih

Dalam diskusi tersebut, Presiden Erdogan didampingi oleh Penasihat dan Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin serta Dirjen Asia Pasifik Kemlu Namik Guner Erpul.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kantor Kemenlu RI, Jakarta, Senin (19/3/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kantor Kemenlu RI, Jakarta, Senin (19/3/2018).
Sementara, Dubes Iqbal didampingi oleh keluarga dan Wakil Dubes RI untuk Turki Hikmat Moeljawan serta Atase Pertahanan KBRI Ankara Sjaiful Thalib.

Baca juga: Awal 2020, Erdogan Akan Berkunjung ke Indonesia

Iqbal menambahkan, perbincangan dirinya dengan Presiden Erdogan berlangsung cukup lama. Bahkan, lebih lama dibandingkan saat Presiden Erdogan berbincang dengan dubes negara lain.

" Duta besar lain pada umumnya mendapatkan kesempatan berbicara dengan beliau (Erdogan) sekitar 15 sampai 30 menit. Sedangkan kami mendapatkan kesempatan satu jam lebih dan diminta bersama keluarga," ujar Iqbal.

"Ini sebuah kehormatan buat saya dan bangsa yang saya wakili. Ini menunjukkan bahwa Indonesia punya tempat khusus di hati beliau," lanjut dia.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebaran Virus Corona di Korsel Meningkat, Dubes Minta WNI Tidak Panik

Penyebaran Virus Corona di Korsel Meningkat, Dubes Minta WNI Tidak Panik

Nasional
Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

Soal Indeks Kerawanan Pilkada 2020, Mahfud: Jadi Bahan Pertimbangan

Nasional
Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Rabu Pagi ini, Mendagri Akan Lantik Elly Lasut Jadi Bupati Talaud

Nasional
Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

Mahfud Sebut Kelompok Separatis di Papua Ancam Kedaulatan Negara

Nasional
Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

Mendagri: Pemda Tak Anggarkan Dana Perpustakaan, RAPBD Tak Akan Disetujui

Nasional
Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

Polemik Pernyataan Komisioner KPAI soal Kehamilan di Kolam Renang

Nasional
Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

Skenario Pemerintah Pulangkan dan Observasi 188 WNI Kru World Dream...

Nasional
Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X