Pesan Jokowi soal World Expo 2020: Jangan Sampai Paviliun Dekat Toilet, Malu

Kompas.com - 13/08/2019, 14:44 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Pemerintah membagikan 1000 sertifikat tanah kepada warga di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba.ISTANA PRESIDEN/AGUS SUPARTO Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Samosir, Sumut, Selasa (30/7/2019). Pemerintah membagikan 1000 sertifikat tanah kepada warga di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mempersiapkan diri dalam menyambut World Expo 2020 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, Oktober 2020 hingga April 2021.

Jokowi ingin agar Indonesia yang berpartisipasi di ajang ini mempersiapkan diri sebaik mungkin. Termasuk dalam hal menyiapkan stan dan paviliun. 

"Persiapan harus matang, harus detail. Desain venue, lokasi, paviliun betul-betul harus menampilkan wajah Indonesia sebagai sebuah negara besar," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

"Yang sering saya sampaikan, jangan sampai kita salah pilih lokasi, lokasi di tempat di belakang, malah dekat toilet misalnya. Kalau seperti itu tidak usah ikut. Malah malu," sambungnya.


Baca juga: Astra Sponsori Expo 2020 Dubai

Jokowi mengingatkan World Expo adalah event ketiga terbesar setelah Piala Dunia dan Olimpiade. Ajang ini menampilkan penemuan teknologi dan inovasi industri yang diikuti kurang lebih 190 negara.

Indonesia harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya, baik dalam rangka urusan perdagangan, pariwisata, dan investasi di internasional, khususnya pasar di Timur Tengah.

"Kita ingin membangun sebuah trust, membangun sebuah kepercayaan, membangun sebuah imej," kata Kepala Negara.

Jokowi menegaskan bahwa anggaran bukan lah sebuah masalah untuk membuat venue yang besar dan megah. Sebab, 18 kementerian sudah memiliki anggaran yang khusus dialokasikan untuk kebutuhan pameran. Jumlah itu belum termasuk anggaran pameran yang dimiliki oleh BUMN.

Untuk itu, Jokowi meminta seluruh kementerian dan BUMN bisa berjalan beriringan.

Baca juga: Rambah Internasional, Dyandra Siapkan Indonesia ke Expo 2020 Dubai

"Sekali kita kita ingin  membangun sebuah imej, persepsi, jangan sampai kita jalan sendiri-sendiri. Kalau setiap kementerian berjalan sendiri-sendiri, jadinya kalau pameran hanya satu stand atau dua stan," kata Jokowi.

"Sekali lagi, ini tidak  memperbaiki persepsi, memperbaiki kepercayaan, memperbaiki imej, tapi justru wajah kita menjadi jatuh. Saya tidak ingin seperti itu terjadi. Oleh sebab itu, persiapan Dubai Expo 2020 betul-betul harus matang, detil, dan kita mulai dari saat ini," tambahnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X