50 Juta Dollar AS Siap Diberikan ke Ahli Waris Korban Jatuhnya Pesawat 737 Max 8

Kompas.com - 13/08/2019, 10:56 WIB
Keluarga penumpang Lion Air JT 610 PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKeluarga penumpang Lion Air JT 610 PK-LQP di KRI Banda Aceh 593 melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11/2018).
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Boeing akan menggelontorkan 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 714,39 miliar kepada ahli waris dari 346 korban jatuhnya pesawat 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC telah menunjuk Atase Perhubungan untuk berkomunikasi dengan perusahaan Boeing.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah menugaskan Atase Perhubungan untuk melakukan komunikasi dan pertemuan kepada para pihak, termasuk pengacara yang ditunjuk oleh Boeing Company guna memperoleh kejelasan informasi," ujar Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS), Mahendra Siregar, melalui keterangan tertulis, Selasa (13/8/2019).

Dari hasil komunikasi tersebut, diperoleh informasi bahwa dana bantuan sebesar 50 juta dollar AS akan dibagikan kepada 346 ahli waris.


Baca juga: Menyoal Kompensasi Keluarga Penumpang Korban Lion Air JT 610

Mereka terdiri dari 189 WNI dan 157 warga Ethiopia. Masing-masing ahli waris akan menerima sekitar 145.000 Dollar AS.

Pihak Boeing juga telah menunjuk Kenneth Feinberg dan Camille Biros sebagai pengacara dalam pembagian santunan tersebut.

Menurut Mahendra, dana bantuan keuangan jangka pendek tersebut tidak terkait dengan proses hukum yang sedang berjalan.

"Untuk memperoleh dana itu, para ahli waris tidak diminta untuk menandatangani release and discharge," demikian pernyataan Mahendra Siregar.

Release and discharge merupakan jaminan pembebasan dari proses maupun tuntutan hukuman.

Baca juga: Santunan Belum Dibayar, Keluarga Korban JT 610 Meminta Pemerintah Turun Tangan

Untuk mendapatkan dana bantuan, penerima harus membuktikan surat keterangan ahli waris yang sah sesuai hukum di negara masing-masing.

Dana dapat diterima langsung oleh ahli waris dari kedua pengacara yang ditunjuk oleh Boeing. Selain itu, ahli waris juga dapat menunjuk pengacara.

Jika penerimaan diwakilkan oleh pengacara ahli waris, Boeing mensyaratkan adanya persyaratan antara pengacara dan ahli waris. Boeing juga mengharapkan ahli waris menggunakan layanan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono.

Saat ini, skema pendistribusian dana masih dirancang. Namun, distribusi dana bantuan direncanakan terselenggara pada pertengahan Oktober 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X