Kompas.com - 06/08/2019, 12:32 WIB
Panitia seleksi calon pimpinan KPK umumkan peserta yang lolos tes psikologi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Senin (5/8/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaPanitia seleksi calon pimpinan KPK umumkan peserta yang lolos tes psikologi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Senin (5/8/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com- Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan mendalami aspek psikologis 40 capim KPK dalam tahap profile assesment yang berlangsung pada 8-9 Agustus 2019 mendatang.

Anggota Pansel Capim KPK Hamdi Moeloek mengatakan, aspek psikologis para capim KPK akan lebih dikuliti dalam tahap profile assesment ini ketimbang tahap tes psikologi tertulis yang sudah lewat.

"Profile assesment itu masih psychological assesment, masih assesment psikologis tapi metodenya lebih tajam, lebih detil, lebih terelaborasi, dan lebih intensif," ujar Hamdi kepada Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

"Kita tak lagi menggunakan tes paper and pencil, tes tertulis, metodenya wawancara mendalam," kata dia.

Baca juga: Pansel Sebut Maksimal 20 Capim KPK yang Diloloskan Profile Assesment

Hamdi Muluk mengatakan, profile assesment itu juga akan memuat metode leaderless group discussion. Nantinya, para capim KPK akan dihadapkan pada simulasi pekerjaan pimpinan KPK.

Menurut Hamdi, leaderless group discussion tersebut dapat menguak aspek psikologis para peserta termasuk kepemimpinan, manajerial, profesionalitas, hingga integritasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari situ kelihatan ada orang yang mau menang sendiri enggak bisa komunikasi, kemampuan manajemen konfliknya jelek, kemampuan teamwork-nya buruk, atau misalnya orang yang cenderung mengalah, orang yang enggak kuat dalam pendirian," ujar Hamdi.

Selain itu, Pansel juga akan memperhatikan rekam jejak para capim KPK dalam menilai aspek psikologisnya.

"Track record diliat dari sudut pandang penjelasan pskologisnya. Apa nih orang, mengapa dia melakukan seperti ini . Di belakang rekam jejak orang itu, aspek psikologis apa," kata Hamdi lagi.

Menurut rencana, profile assesment akan digelar di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta Pusat.

Profile assesment diikuti oleh 40 capim KPK yang telah lolos dari tes psikologi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menag Minta Intensifkan Penggunaan Masker di Acara Keagamaan

Menag Minta Intensifkan Penggunaan Masker di Acara Keagamaan

Nasional
Kapal Asing Kerap Masuk Wilayah Laut Natuna Utara, Pemerintah Diminta Tingkatkan Patroli

Kapal Asing Kerap Masuk Wilayah Laut Natuna Utara, Pemerintah Diminta Tingkatkan Patroli

Nasional
Aplikasi PeduliLindungi dan Sederet Keluhan Warga Terkait Penggunaannya...

Aplikasi PeduliLindungi dan Sederet Keluhan Warga Terkait Penggunaannya...

Nasional
Pelatih dan Atlet yang Tak Raih Medali Paralimpiade Juga Dapat Bonus dari Jokowi

Pelatih dan Atlet yang Tak Raih Medali Paralimpiade Juga Dapat Bonus dari Jokowi

Nasional
Leani Ratri Oktila, Peraih Emas Paralimpiade, Hadiahkan Raket untuk Jokowi

Leani Ratri Oktila, Peraih Emas Paralimpiade, Hadiahkan Raket untuk Jokowi

Nasional
Menteri PPPA: Pengasuhan Anak Kunci Utama Pencegahan Stunting

Menteri PPPA: Pengasuhan Anak Kunci Utama Pencegahan Stunting

Nasional
Terima 11 Nama Calon Hakim Agung, Ketua DPR Pastikan Proses Pemilihan Berjalan Terbuka

Terima 11 Nama Calon Hakim Agung, Ketua DPR Pastikan Proses Pemilihan Berjalan Terbuka

Nasional
Manusia Dinilai Jadi Salah Satu Penyebab Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Manusia Dinilai Jadi Salah Satu Penyebab Pesisir Utara Jawa Darurat Tenggelam

Nasional
Kecewa RUU Perampasan Aset Tak Masuk Prolegnas Prioritas, PPATK Ingatkan Komitmen DPR-Pemerintah

Kecewa RUU Perampasan Aset Tak Masuk Prolegnas Prioritas, PPATK Ingatkan Komitmen DPR-Pemerintah

Nasional
Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade, Leani Ratri Oktila Terima Bonus Rp 13,5 Miliar

Raih 2 Emas dan 1 Perak di Paralimpiade, Leani Ratri Oktila Terima Bonus Rp 13,5 Miliar

Nasional
PPATK Kecewa RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Tak Masuk Revisi Prolegnas Prioritas 2021

PPATK Kecewa RUU Perampasan Aset Tindak Pidana Tak Masuk Revisi Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Jokowi Minta Prestasi Indonesia di Paralimpiade 2024 Ditingkatkan

Jokowi Minta Prestasi Indonesia di Paralimpiade 2024 Ditingkatkan

Nasional
Pembelajaran Jarak Jauh Tak Optimal, Wapres: Bukan Belajar Daring, tapi Tidak Belajar

Pembelajaran Jarak Jauh Tak Optimal, Wapres: Bukan Belajar Daring, tapi Tidak Belajar

Nasional
Alex Noerdin Punya Harta Rp 28 Miliar, Kasusnya Rugikan Negara Rp 430 Miliar

Alex Noerdin Punya Harta Rp 28 Miliar, Kasusnya Rugikan Negara Rp 430 Miliar

Nasional
Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer dari AS, Jumlahnya 2,6 Juta Dosis

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin Pfizer dari AS, Jumlahnya 2,6 Juta Dosis

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.