Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/07/2019, 22:04 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, kerja sama dengan partai non-pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin tetap terbuka meskipun tak ada penambahan anggota koalisi di kabinet.

Hal itu disampaikan Hasto mengenai potensi kerja sama PDI-P dengan partai non-pengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Ada atau tidak ada penambahan di kabinet, kerja sama kan tetap terbuka, baik itu di DPR, MPR maupun di dalam pilkada serentak. Sehingga ruang kerja sama itu luas. Yang penting adalah ruang komunikasi, kesepahaman antara para pemimpin," ujar Hasto di Hotel Asrilia, Bandung, Sabtu (27/7/2019).

Baca juga: Sekjen PDI-P Sebut Belum Ada Wadah Pengganti TKN

Hasto menambahkan, saat ini koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf sudah dominan di parlemen. Kini, mereka menguasai 60,7 persen kursi di DPR.

Hal itu tentunya mempermudah pemerintah dalam mengeksekusi berbagai programnya. Namun, Hasto mengatakan, kondisi itu tak menutup Presiden Jokowi untuk memperluas koalisi di pemerintahan.

Baca juga: Sekjen PDI-P dan Nasdem Tegaskan Koalisi Solid

Karenanya, Hasto mengatakan, penambahan anggota koalisi di pemerintahan akan dibicarakan terlebih dahulu oleh Presiden Jokowi dan seluruh ketua umum partai pengusungnya.

"Kalau kita bandingkan dengan 2014 yang hanya 40 persen, sekarang kan 60,7 persen. Tetapi terkait kebijakan koalisi pascapemilu Pak Jokowi juga menegaskan akan dibahas bersama dengan para ketum," lanjut dia.

Kompas TV Presiden terpilih Joko Widodo telah resmi membubarkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma&rsquo;ruf dalam pertemuan di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Jumat (26/7) sore.<br /> <br /> Pertemuan yang berisi pembubaran tim kampanye nasional Jokowi-Ma&rsquo;ruf dimulai pada Jumat sore, berakhir pada pukul 18.30 WIB. Presiden terpilih Joko Widodo menyatakan acara ini juga membahas evaluasi kinerja TKN. Bagaimana nasib koalisi pasca-tkn dibubarkan? Lalu akan seperti apa komposisi koalisi &quot;plu-plus&quot; jika nanti jadi dibentuk? Kita bahas bersama mantan Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma&#39;ruf Usmas Kansong, serta Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Mahfud Ralat Pernyataan: KPK Kerap Kurang Bukti Saat Tetapkan Tersangka, Bukan OTT

Mahfud Ralat Pernyataan: KPK Kerap Kurang Bukti Saat Tetapkan Tersangka, Bukan OTT

Nasional
Janjikan Program Makan Siang dan Susu Gratis di Sekolah, Gibran: Biar Enggak Ada yang Stunting

Janjikan Program Makan Siang dan Susu Gratis di Sekolah, Gibran: Biar Enggak Ada yang Stunting

Nasional
Profil PKS: Sejarah Kelahiran, Kepemimpinan, dan Dukungan ke Anies-Muhaimin

Profil PKS: Sejarah Kelahiran, Kepemimpinan, dan Dukungan ke Anies-Muhaimin

Nasional
Belajar dari PBB, Prabowo Akan Inisiasi Program Makan Siang Gratis di Sekolah

Belajar dari PBB, Prabowo Akan Inisiasi Program Makan Siang Gratis di Sekolah

Nasional
Hilangkan Kemiskinan di Indonesia, Prabowo: Perlu Tekad yang Tulus

Hilangkan Kemiskinan di Indonesia, Prabowo: Perlu Tekad yang Tulus

Nasional
Profil Partai Golkar: Pengaruh Soeharto dan Sepak Terjang di Era Orde Baru-Reformasi

Profil Partai Golkar: Pengaruh Soeharto dan Sepak Terjang di Era Orde Baru-Reformasi

Nasional
Bawaslu Akan PAW Kader Nasdem yang Jadi Anggota Pengawas Pemilu

Bawaslu Akan PAW Kader Nasdem yang Jadi Anggota Pengawas Pemilu

Nasional
Pasal Gubernur Jakarta Ditunjuk Presiden Bisa Berubah jika Pemerintah dan Mayoritas Fraksi Konsisten Tolak

Pasal Gubernur Jakarta Ditunjuk Presiden Bisa Berubah jika Pemerintah dan Mayoritas Fraksi Konsisten Tolak

Nasional
Blusukan di Gang Cempaka Putih, Gibran Diajak Warga 'Selfie'

Blusukan di Gang Cempaka Putih, Gibran Diajak Warga "Selfie"

Nasional
Bareskrim Razia Tempat Hiburan Malam di Bandung, 3 Orang Positif Narkoba Ditangkap

Bareskrim Razia Tempat Hiburan Malam di Bandung, 3 Orang Positif Narkoba Ditangkap

Nasional
Eks Wamenkumham Eddy Hiariej Diduga Terima Rp 8 Miliar, Disebut Mafia Hukum oleh KPK

Eks Wamenkumham Eddy Hiariej Diduga Terima Rp 8 Miliar, Disebut Mafia Hukum oleh KPK

Nasional
Desak Capres-Cawapres Mundur dari Jabatan Publik, Iluni FHUI: Hindari Konflik Kepentingan

Desak Capres-Cawapres Mundur dari Jabatan Publik, Iluni FHUI: Hindari Konflik Kepentingan

Nasional
Debat Disebut Ajang Uji Program Capres-Cawapres, Pemilih Diminta Cermat

Debat Disebut Ajang Uji Program Capres-Cawapres, Pemilih Diminta Cermat

Nasional
Sambil Kampanye, Anies Nostalgia Beli Jajanan di Pasar Kepuk Kuningan

Sambil Kampanye, Anies Nostalgia Beli Jajanan di Pasar Kepuk Kuningan

Nasional
Sejumlah Buruh Pelabuhan di Cilincing Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Sejumlah Buruh Pelabuhan di Cilincing Deklarasikan Dukungan ke Prabowo-Gibran

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com