Terduga Teroris yang Ditangkap di Padang Punya Jaringan di Afghanistan

Kompas.com - 23/07/2019, 13:33 WIB
Ilustrasi terorisme di media sosial wall street journalIlustrasi terorisme di media sosial

JAKARTA, KOMPAS.com - Terduga teroris berinisial N (39) yang ditangkap di Padang, Kamis (18/7/2019) lalu, tidak hanya terkoneksi dengan jaringan teroris dalam negeri. Pria yang dikenal keluarga sebagai penjual garam ini rupanya juga memiliki koneksi ke jaringan teroris di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

"Untuk tersangka atas nama N, adalah salah satu tersangka terorisme jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang memiliki koneksi atau memiliki jaring komunikasi hubungan dengan beberapa JAD yang ada di Indonesia maupun JAD di luar negeri," ujar Dedi.

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Padang, Dikenal Aktif Bermasyarakat hingga Keluarga Tidak Percaya

Untuk jaringan di dalam negeri, N terkoneksi dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur ( MIT), JAD Lampung, JAD Sibolga, dan JAD Bekasi.

Sementara, koneksinya di luar negeri juga sampai ke Suriah dan Afghanistan. Setelah diperiksa intensif, N memiliki jaringan ke salah seorang warga negara Indonesia yang sudah bergabung ke ISIS berinisial S alias Daniel alias Chaniago.

Saat ini, S yang juga merupakan otak atau mastermind sejumlah aksi teror di Indonesia diduga berada di Khurasan Afghanistan. Oleh Polri sendiri, S sudah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak lama.

Dedi melanjutkan, sebelum ditangkap, N telah merencanakan serangan ke aparat kepolisian di Padang, Sumatera Barat. Serangan dengan menggunakan bom itu direncanakan dilakukan tepat pada hari peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019.

Persiapan N sudah cukup matang. N sudah memetakan kondisi di beberapa kantor polisi di Padang.

"Polda sudah disurvei, Polresta Padang. Merencanakan jenis bom yang sedang dirakit untuk diledakkan. Sasarannya pada upacara 17 Agustus mendatang," ujar Dedi.

Baca juga: Keluarga Sebut Terduga Teroris di Padang Taat Beragama, Tak Mungkin Jadi Teroris

Bahkan, N sudah membuntuti beberapa personel Polri Korps Satuan Lalu Lintas yang akan dijadikan target. Rencananya, ia akan menyerang personel Polri itu untuk menguasai senjata apinya.

Diberitakan, seorang terduga teroris berinisial N (39) diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (18/7/2019) lalu.

Polisi menyita sekitar 28 barang bukti, terdiri dari laptop, tujuh telepon genggam, enam sim card, beberapa dokumen pribadi, buku jihad, uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, beberapa buku tabungan, beberapa gulung kawat, dan sebagainya. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Singkat 7 Calon Anggota Komisi Yudisial

Profil Singkat 7 Calon Anggota Komisi Yudisial

Nasional
Saksi Sebut Jaksa Pinangki Biayai Rapid Test Teman-teman Kantornya

Saksi Sebut Jaksa Pinangki Biayai Rapid Test Teman-teman Kantornya

Nasional
Menantu Nurhadi Gunakan Rekening Bawahan untuk Tampung Uang

Menantu Nurhadi Gunakan Rekening Bawahan untuk Tampung Uang

Nasional
Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Gantikan Luhut, Mentan Syahrul Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim

Nasional
Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Polri Nilai Deklarasi Benny Wenda Bentuk Provokasi dan Propaganda

Nasional
85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

85 Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Positif Covid-19, Kepala BP2MI: Masalah Serius

Nasional
Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Dilaporkan Putri Kalla ke Polisi, Ferdinand Hutahaean: Saya Tak Pernah Serang Dia atau Keluarganya

Nasional
Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Anggota KY Tanya Yanto Yunus soal Motivasi Jadi Hakim MA di Usia 30 Tahun

Nasional
Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Ini 18 Nama Calon Anggota Ombudsman 2021-2026 yang Diserahkan Jokowi ke DPR

Nasional
Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Diduga Ada Kekerasan, Amnesty Sebut Polisi Gunakan Tongkat Hingga Kayu Saat Amankan Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Nasional
Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S Kamri ke Bareskrim

Nasional
Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Presiden Jokowi Terima 18 Nama Calon Anggota Ombudsman RI

Nasional
BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

BP2MI: Taiwan Hentikan Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia

Nasional
Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Pakar Hukum Internasional: Klaim Benny Wenda Tak Berdasar

Nasional
KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo di Widya Chandra

KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo di Widya Chandra

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X