Bos Go-Jek Nadiem Makarim Bertemu Wapres Kalla, Ini yang Dibahas

Kompas.com - 16/07/2019, 14:47 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim Biro Pers Sekretariat Wakil PresidenWakil Presiden Jusuf Kalla dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Go-Jek Nadiem Makarim menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Nadiem datang ke Kantor Wakil Presiden mengenakan kemeja biru dan celana khaki. Usai bertemu Kalla, ia pun meladeni sesi wawancara dengan wartawan yang sudah menunggunya.

Ia mengungkapkan pertemuan tersebut membahas integrasi transportasi antarplatform.

"Jadi Pak JK (Jusuf Kalla) sangat memprioritaskan transportasi, terutama di DKI Jakarta. Bersama dengan Pak Gubernur. Salah satu yang kita bicarakan adalah bagaimana Go-Jek bisa membantu dengan multi moda transportasi di DKI Jakarta," ujar Nadiem.

Baca juga: Di Sumut, Go-Jek Tawarkan Pembayaran Nontunai dan Kurangi Sampah Plastik

Dalam pertemuan tadi, Nadiem juga menceritakan kepada Kalla ihwal perkembangan Go-Jek. Ia menyampaikan kepada Kalla, saat ini Go-Jek tak hanya beroperasi di Indonesia, tetapi juga di Singapura, Filipina dan Vietnam.

Selain itu, ia juga menceritakan unit bisnis Go-Jek lain. Nadiem menyampaikan kepada Kalla, saat ini Go-Jek tak hanya bergerak di bidang transportasi, tetapi juga pembayaran elektronik, jasa pengiriman, dan selainnya.

Baca juga: Ini Alasan Bank Asal Thailand Kucurkan Pendanaan untuk Go-Jek

"Jadi super app (aplikasi), bukan cuman transportasi. Tapi cuma super app untuk small business, UMKM, pekerjaan. Jadinya kami bertukar pikiran saja," ujar Nadiem.

"Dari sisi payment. Dari sisi teknologi ride sharing kita dan berbagai macam hal untuk bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas transportasi publik di seluruh DKI Jakarta," kata dia lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Mahfud: Keliru Rakyat Minta TNI-Polri Ditarik dari Papua, yang Minta Itu KKB

Nasional
Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Resmikan Pameran UMKM Virtual, Gubernur Babel Minta Pelaku Usaha Terbiasa dengan Market Place

Nasional
Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Kampanye Daring Hanya Dilakukan 23 Persen Paslon Pilkada, KPU Akan Evaluasi Efektivitasnya

Nasional
Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

Setahun Nadiem, Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Perbaiki Komunikasi Publik

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Perlindungan terhadap Jurnalis Jadi Isu Pinggiran

Nasional
Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Moeldoko: Semua Ditegur Presiden, Komunikasi terkait UU Cipta Kerja Sangat Jelek

Nasional
Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

Selamatkan Dana Rp 12,7 Triliun, Mendes Canangkan Pendirian Lembaga Keuangan Desa

Nasional
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Jaksa Pinangki, Sidang Dilanjutkan

Nasional
Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Komnas HAM: Pemajuan dan Penegakan HAM Stagnan

Nasional
Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

Bawaslu Ungkap Persoalan Ketegasan Aparat Hukum Bubarkan Kerumunan Kampanye

Nasional
9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

9372 KPM Terima Bantuan Beras Sebesar 30 Kg per Penerima

Nasional
Menparekraf: Protokol Kesehatan Kunci Bangkitnya Pariwisata

Menparekraf: Protokol Kesehatan Kunci Bangkitnya Pariwisata

Nasional
Puan: Pilkada Penting untuk Perkuat Penanganan Covid-19 di Daerah

Puan: Pilkada Penting untuk Perkuat Penanganan Covid-19 di Daerah

Nasional
TGPF: Belum Ada Saksi Mata Penembakan Pendeta Yeremia

TGPF: Belum Ada Saksi Mata Penembakan Pendeta Yeremia

Nasional
Ketum PBNU: Santri Harus Berjihad untuk Bantu Tanggulangi Wabah Covid-19

Ketum PBNU: Santri Harus Berjihad untuk Bantu Tanggulangi Wabah Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X