Penganiaya Andri Bibir Terjawab, 10 Brimob akan Dikurung 21 Hari

Kompas.com - 06/07/2019, 07:47 WIB
Andri Bibir, pelaku kerusuhan 22 Mei, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).KOMPAS.com/Ihsanuddin Andri Bibir, pelaku kerusuhan 22 Mei, saat dihadirkan dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Video sekelompok orang berpakaian khas anggota Brigadir Mobil (Brimob) Polri menganiaya pemuda pada saat kerusuhan di Jakarta 21-22 Mei 2019 lalu, akhirnya terjawab.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengakui, sekelompok penganiaya adalah personel Brimob Polri yang sedang diperbantukan untuk pengamanan Ibu Kota.

Dedi menuturkan, penganiayaan itu dipicu setelah komandan mereka terkena panah beracun dari arah perusuh.

"(Personel Brimob) melakukan tindakan secara spontan, dipicu atas komandan kompinya dipanah, terkena panah beracun," ujar Dedi dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jumat (5/7/2019).


Baca juga: Polri: Pengeroyokan Andi Bibir dan Markus Dipicu Komandan Brimob Kena Panah

Sebenarnya, panah beracun tersebut tidak melukai sang komandan. Panah tersebut hanya menancap di rompi yang dikenakan.

"Melihat komandannya diserang oleh perusuh dengan menggunakan panah beracun, maka secara spontan (personel Brimob) segera melakukan pencarian siapa yang melakukan tindakan tersebut," lanjut Dedi.

Personel Brimob tidak terima kemudian mengejar perusuh hingga ke area permukiman Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tepatnya di sebuah lahan kosong dekat Masjid Al Huda.

Baca juga: Ini Pengakuan Andri Bibir, Perusuh yang Dikabarkan Tewas Setelah Dipukuli Oknum Brimob

Di situlah mereka meluapkan emosinya dengan mengeroyok pria yang belakangan diketahui bernama Andri Bibir dan Markus. Dua orang itu dituduh sebagai penembak panah beracun ke arah polisi.

Diketahui, Andri sempat dihadirkan kepolisian dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Sabtu (25/5/2019) lalu.

Masih dengan wajah masih penuh luka lebam dan perban, Andri yang berstatus tersangka atas kerusuhan itu menceritakan kepada wartawan detik-detik saat ia ditangkap dan dipukuli oleh oknum brimob.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X