Soal Penyusunan Kabinet, PPP Tak Mau Berharap-harap

Kompas.com - 01/07/2019, 16:12 WIB
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOSekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan menyerahkan penyusunan kabinet pemerintahan periode 2019-2024 kepada Joko Widodo sebagai presiden terpilih.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, partainya pun tak berharap terlalu banyak mengenai pembagian pos di kabinet mendatang.

"Itu terserah presiden. Kami enggak mau berharap-harap, karena biasanya kalau mengharap-harap itu enggak dapat," kata Arsul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Arsul menuturkan, partainya pun belum memikirkan nama-nama kader PPP yang akan diajukan mengisi pos menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.


"Lah iya belum, nanti kan tergantung mau dikasih pos apa. Kalau misalnya ditawarkan pos pemberdayaan perempuan, masa Arsul Sani yang diajukan," ujar Arsul.

Baca juga: Politisi PPP Nilai Cukup Satu Partai Oposisi yang Gabung ke Koalisi Jokowi

Arsul menyebut, koalisi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf belum membahas susunan kabinet setelah ditetapkan memenangkan Pilpres 2019 pada Minggu (30/6/2019) kemarin.

"Belum, partai-partai koalisi belum bertemu. Rencananya mungkin Pak Jokowi akan bertemu dengan jajaran tim kampanye sampai ke daerah, itu dulu," kata Arsul.

Adapun PPP dalam Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi mendapat satu pos menteri yaitu Menteri Agama yang diisi oleh Lukman Hakim Saifuddin.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X