SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

Kompas.com - 20/06/2019, 20:43 WIB
Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) didampingi Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) beserta istri dan anak, serta Edhi Baskoro Yudhoyono (kiri) beserta istri dan anak menaburkan bunga di makam Ibu Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6/19). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nzANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kiri) didampingi Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) beserta istri dan anak, serta Edhi Baskoro Yudhoyono (kiri) beserta istri dan anak menaburkan bunga di makam Ibu Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6/19). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan, ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY), tak pernah membicarakan usulan para senior partai soal Kongres Luar Biasa (KLB).

Hal itu disampaikan Hinca saat ditanya bagaimana respons SBY terkait usulan sejumlah senior Partai Demokrat yang meminta adanya KLB.

Hinca menambahkan, SBY kini justru tengah menyelesaikan buku dan lagu untuk mengenang istrinya yang telah meninggal dunia, Ani Yudhoyono.

"Kami bicara tentang kedukaan. Kami tidak bicara politik. Kami bicara buku. Saya mendampingi beliau berjalan begitu," ujar Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/6/2019).

Baca juga: Demokrat Pastikan Tak Ada Kongres Luar Biasa Tahun Ini

Ia mengungkapkan, hingga saat ini SBY masih berduka. Karena itu, ia mencoba menumpahkannya ke dalam bentuk tulisan dan lagu.

Buku tentang Ani Yudhoyono nantinya berisikan catatan-catatan SBY tentang istrinya.

Sementara itu, dalam pembuatan lagu, SBY dibantu oleh musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji.

Baca juga: Kisah Kasih SBY-Ani Yudhoyono: Saat Jantung Berdegup Kencang dan Pipi Merah Tersipu Malu...

Hinca menambahkan, SBY menulis buku dan membuat lagu untuk Ani Yudhoyono lantaran selalu menemani sang istri di saat-saat terakhirnya, sehingga selalu terkenang.

"Catatan tentang empat bulan di Singapura yang mudah-mudahan ini selesai. Kami untuk bersama beliau menulis buku itu. Jadi enggak ada perbincangan politik apa pun, apalagi soal KLB tadi," lanjut Hinca.

Sebelumnya sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat membentuk presidium gerakan moral penyelamatan partai berlambang mercy.

Baca juga: Puisi “Flamboyan” SBY untuk Sang Kekasih, Kristiani Herawati...

Mereka mendorong Demokrat segera menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih ketua umum.

Salah satu inisiator gerakan ini, Max Sopacua, menjelaskan bahwa para senior prihatin dengan perolehan suara Partai Demokrat yang anjlok ke angka 7,7 persen pada pemilu legislatif 2019.

Padahal, pada pemilu 2014 lalu perolehan suara Demokrat mencapai 10,9 persen.

"Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat," kata Max dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X