Mudik 2020, Korlantas Polri Ingin Satukan "Call Center"

Kompas.com - 19/06/2019, 05:48 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri saat acara analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2019 dengan Direktur Lalu Lintas Polda se-Indonesia melalui video conference di kantor Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri saat acara analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2019 dengan Direktur Lalu Lintas Polda se-Indonesia melalui video conference di kantor Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri menilai, jumlah call center selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 terlalu banyak.

Refdi menyoroti hal tersebut saat analisis dan evaluasi Operasi Ketupat 2019 dengan Direktur Lalu Lintas Polda se-Indonesia melalui video conference di Kantor Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

"Perlu juga kita lakukan evaluasi yang berkaitan dengan call center. Call center kemarin itu banyak sekali," kata Refdi.

Ia mengungkapkan, polisi, Jasa Marga, Pertamina, dan institusi lainnya memiliki call center masing-masing.

Jika ditotal, terdapat sekitar 8 call center yang dapat dihubungi masyarakat untuk menjawab persoalan yang berbeda-beda.

Refdi mengatakan, ia ingin mengomunikasikan hal itu dengan instansi terkait.

Ia berharap, pada 2020 hanya terdapat satu call center untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

"Untuk itu di tahun depan atau setidak-tidaknya kami meminta pada Kominfo, kita minta satu nomor untuk call center keseluruhan segala persoalan yang ada di sana dan unsur-unsur yang mengatasi persoalan ada di situ," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X