Jokowi dan Purnawirawan TNI Bahas Kondisi Politik dan Keamanan

Kompas.com - 31/05/2019, 18:45 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait kerusuhan pascapengumunan hasil pemilu 2019 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Presiden mengatakan tidak akan memberi toleransi kepada pihak-pihak yg akan mengganggu keamanan, proses demokrasi dan persatuan negara serta tidak akan memberikan ruang untuk perusuh yg akan merusak Negara Kesatuan Repubik Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dan para purnawirawan TNI membahas kondisi bangsa terkini saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (31/5/2019).

"Membahas masalah bagaimana kondisi dan situasi terkini. Baik masalah di politik, keamanan dan masalah-masalah yang menyangkut bagaimana negeri ini tetap terjaga stabilitasnya," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto, usai pertemuan.

Wiranto hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan itu bersama dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Baca juga: Moeldoko: Jokowi dan Prabowo Tak Lama Lagi Bertemu


Banyak masukan yang disampaikan purnawirawan kepada Presiden. Wiranto enggan membahasnya satu per satu.

"Banyak masukan-masukan yang telah diberikan para purnawirawan di mana memiliki masa lalu. Apalagi tadi ada Pak Rais Abin. Di usianya yang sudah 93, sudah mengalami berbagai rezim pemerintah, saya kira masukannya pasti positif," ujar Wiranto.

Ia menambahkan, Presiden memang sudah selayaknya mendapat masukan dari banyak pihak. Tidak terkecuali dari para senior purnawirawan TNI.

Wiranto yakin hasil dari pertemuan akan positif bagi bangsa Indonesia.

Pertemuan itu berlangsung sekitar 1,5 jam. Pertemuan dilangsungkan secara tertutup.

Tidak ada seorangpun purnawirawan TNI yang bersedia diwawancarai setelah pertemuan.

Semuanya sepakat bahwa keterangan mengenai pertemuan itu akan diungkapkan oleh Wiranto.

Purnawirawan yang hadir, antara lain mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, mantan Komandan Jenderal Kopassus Letjen TNI (Purn) Sintong Hamonangan Panjaitan, Ketua Umum LVRI Letjen TNI (Purn) Rais Abin, mantan Wakil KSAD Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri dan mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X