Skenario Atasi Kemacetan Jalan Tol dan Non-tol Saat Mudik Lebaran

Kompas.com - 31/05/2019, 18:39 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa.

KOMPAS.com — Pada musim mudik Lebaran seperti saat ini badan jalan telah dipenuhi oleh berbagai kendaraan, baik pribadi maupun umum milik masyarakat, yang akan pulang ke kampung halaman.

Peningkatan volume kendaraan dari hari-hari biasanya ini sudah pasti akan menimbulkan kemacetan di beberapa titik tertentu.

Kemacetan ini bahkan terjadi di jalan tol yang semestinya menjadi jalur mulus bebas hambatan karena penggunanya ditarik sejumlah tarif di setiap pintu gerbangnya.

Lalu, bagaimana strategi yang digunakan pemerintah dan instansi terkait untuk meminimalisasi atau mencairkan kemacetan yang terjadi, baik di jalan tol maupun non-tol.

Jalan tol

Gerbang Tol Cikampek Utama I di KM 70, siap beroperasi 23 Mei 2019 Gerbang Tol Cikampek Utama I di KM 70, siap beroperasi 23 Mei 2019

Laju kendaraan diketahui tersendat di beberapa gerbang tol (GT). Kendala misalnya di GT Palimanan (Tol Cikopo-Palimanan), GT Kalihurip Utama, dan GT Cikarang Utama (Tol Jakarta-Cikampek), dan sejumlah GT lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di gerbang-gerbang tol tersebut kendaraan mengular hingga memperpanjang waktu tempuh yang sedianya diperkirakan bisa ditempuh dengan lebih cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang akan memasuki tol tersebut, pemerintah dan kepolisian menerapkan sistem satu arah atau one way dan lawan arus atau contraflow.

Sistem ini diterapkan, mempertimbangkan kebebasan yang diberikan Korlantas Polri  dengan melihat data kepadatan kendaraan sebagaimana diperoleh secara real time dari kamera CCTV dan Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS).

1. Arus mudik

Untuk arus mudik, contraflow  akan diberlakukan sejak 30 Mei-2 Juni 2019 setiap pukul 06.00-21.00 WIB dari Km 29-61 Jalan Tol Jakarta Cikampek.

Di tempat lain, sistem one way akan diberlakukan pukul 09.00-21.00 WIB di tanggal yang sama mulai dari Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 263 Jalan Tol Pejagan-Pemalang.

Sebagai dampaknya, akses ke arah Jakarta di Tol Cipali-Brebes Barat akan ditutup atau ditiadakan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Tahan Tangis, Mensos Risma: Jangan Pandang Rendah Penyandang Disabilitas

Nasional
Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Ketua DPR: Indonesia Harus Ajak Negara Maju Atasi Perubahan Iklim

Nasional
Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Di Bali, Jokowi Bermain Bulu Tangkis Lawan Hendra Setiawan

Nasional
Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Satgas Sebut BOR RS Rujukan dan Kasus Aktif Covid-19 Meningkat

Nasional
Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Saksikan BWF World Tour Finals, Jokowi Sempatkan Sapa Atlet Bulu Tangkis RI

Nasional
Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Ukur Capaian Reformasi Birokrasi, LAN Gelar Seminar Indeks Kualitas Kebijakan

Nasional
'Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara'

"Seharusnya Ibu Menteri Sosialisasikan Bahasa Isyarat, Bukan Paksa Tuli Bicara"

Nasional
Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Satgas: Dasar Hukum Karantina 10 Hari untuk Pelaku Perjalanan Internasional Segera Diumumkan

Nasional
Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Percepat Vaksinasi, Kemenkes Minta Kabupaten dan Kota Gunakan Jenis Vaksin yang Tersedia

Nasional
Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Dubes RI untuk Uni Eropa: Abai Prokes dan Tolak Vaksinasi Jadi Faktor Merebaknya Covid-19 di Eropa

Nasional
Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Pencoblosan Pemilu Direncanakan 21 Februari 2024, PKB: Yang Penting Jangan di Tengah Idul Fitri

Nasional
Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Ketum PKB Nilai Usul Pimpinan MPR agar Sri Mulyani Dicopot Tidak Produktif

Nasional
Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Satgas: Mobilitas Masyarakat dengan Kereta Api dan Pesawat Meningkat 5 Bulan Terakhir

Nasional
UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

UPDATE: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 46,88 Persen

Nasional
Klarifikasi Risma soal Meminta Tunarungu Berbicara

Klarifikasi Risma soal Meminta Tunarungu Berbicara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.