BNPT: Teroris Semakin Canggih

Kompas.com - 29/05/2019, 10:46 WIB
Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berusaha masuk ke dalam rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat dilakukan penggeledahan di Kavling Barokah, Kelurahan Bahagia, Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). Hasil Penggeledahan itu tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti seperti pin ISIS, anak panah, ardosistem dan sejumlah senjata tajam. ANTARA FOTO/Ariesanto/hma/wsj. ANTARA FOTO/ARIESANTOPetugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri berusaha masuk ke dalam rumah kontrakan yang dihuni EY alias Rafli saat dilakukan penggeledahan di Kavling Barokah, Kelurahan Bahagia, Babelan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/5/2019). Hasil Penggeledahan itu tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan sejumlah barang bukti seperti pin ISIS, anak panah, ardosistem dan sejumlah senjata tajam. ANTARA FOTO/Ariesanto/hma/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok radikalis atau teroris di Indonesia sudah ada yang mampu menguasai teknologi digital dengan baik. Mereka berpotensi menyerang sistem digital informasi milik pemerintah.

Demikian diungkapkan Kepala Subdirektorat Kontrapropaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kolonel Sujatmiko saat ditemui di Jakarta pada Selasa (28/5/2019).

"Ada beberapa kelompok tertentu yang memiliki kemampuan sampai ke situ. Tapi upaya-upaya mereka sejauh ini masih dalam tahap perencanaan persiapan. Artinya, kalau kita sebut, itu potensi. Itu sangat tidak menutup kemungkinan akan terjadi di kemudian hari," ujar Sujatmiko.

Baca juga: Moeldoko Sebut Dirinya Juga Jadi Target Teroris, 2 Personel Kopassus Bantu Pengawalan

BNPT memiliki data yang akurat terkait ini. Salah satunya bersumber dari informasi yang berseliweran di antara jaringan radikalis dan teroris.

Info itu disampaikan lewat media sosial Telegram, sebelum aplikasi tersebut diblokir oleh pemerintah Indonesia.

"Itu bisa kita nilai dari ajaran mereka di Telegram ketika belum diblokir. Bisa kita lihat mereka memiliki sumber daya dan kemampuan itu. Walaupun kita tidak bisa menilai bahwa semua kelompok bisa begitu. Tapi kami yakin auktor intelektualisnya jalan," ujar Sujatmiko.

Sujatmiko menambahkan, produk propaganda melalui digital mereka saat ini juga semakin bagus kualitasnya.

Baca juga: BNPT: Radikalis dan Teroris Selalu Memanfaatkan Kondisi Nasional yang Kritis

Ia memberi contoh, salah satunya adalah film dan meme yang dinilai memiliki kualitas setara dengan produksi perusahaan iklan profesional.

Propaganda melalui digital informasi itu kemudian diimbangi pula dengan propaganda tradisional, yakni tatap muka.

Cara ini, lanjut Sujatmiko, disebarkan di lingkungan universitas atau perguruan tinggi.

"Waktu kita di kampus, kita pernah merasakan semua ya, ada kelompok eksklusif, melakukan pengkajian-pengkajian di malam dengan narasi-narasi jihad, khilafah, hijrah yang tentu saja penafsirannya salah. Tidak ada satu kampus pun yang imun terhadap pengaruh ini," ujar Sujatmiko.

Baca juga: Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Menghadapi perkembangan itu, BNPT melakukan sejumlah aksi penangkalan. Baik yang terlihat maupun tidak terlihat di publik.

Kerja yang boleh diungkap ke publik, yakni mengadakan sosialisasi, deradikalisasi, kontraradikalisasi dan mewujudkan kesiapsiagaan nasional terhadap ideologi transnasional ini.

"Lalu ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak boleh kelihatan yang tidak bisa kami sampaikan. Kami bekerja sama betul-betul dengan yang cinta kepada NKRI, yang memiliki paham moderat, bisa secara langsung atau tidak langsung bisa bersama-sama mereduksi paham ini," ujar Sujatmiko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Terbitkan SE, Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perjalanan Selama Libur Panjang Akhir Oktober

Mendagri Terbitkan SE, Imbau Masyarakat Tak Lakukan Perjalanan Selama Libur Panjang Akhir Oktober

Nasional
Ingin Liburan Aman dari Covid-19, Ini Tipsnya

Ingin Liburan Aman dari Covid-19, Ini Tipsnya

Nasional
Dalam Pleidoi, Heru Hidayat Minta Perusahaannya Tak Dirampas hingga Berharap Bebas

Dalam Pleidoi, Heru Hidayat Minta Perusahaannya Tak Dirampas hingga Berharap Bebas

Nasional
Komisi III: Kalau Benar Pembunuh Pendeta Yeremia Aparat, Hukumannya Harus Berat

Komisi III: Kalau Benar Pembunuh Pendeta Yeremia Aparat, Hukumannya Harus Berat

Nasional
Kuasa Hukum Nurhadi Anggap Dakwaan JPU KPK Dipaksakan

Kuasa Hukum Nurhadi Anggap Dakwaan JPU KPK Dipaksakan

Nasional
Dalam Pertemuan dengan Para Menlu dan PBB, Menlu Retno Suarakan Penyelesaian Hak Bangsa Palestina

Dalam Pertemuan dengan Para Menlu dan PBB, Menlu Retno Suarakan Penyelesaian Hak Bangsa Palestina

Nasional
Kontras Minta Komnas HAM hingga Ombudsman Awasi Temuan TGPF soal Pendeta Yeremia

Kontras Minta Komnas HAM hingga Ombudsman Awasi Temuan TGPF soal Pendeta Yeremia

Nasional
Penjelasan Satgas soal Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Penjelasan Satgas soal Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Nasional
Satgas: Pemerintah Mengupayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

Satgas: Pemerintah Mengupayakan Pemerataan Penerima Vaksin Covid-19

Nasional
Kementerian PPPA Ingatkan Protokol Kesehatan Tetap Harus Dipatuhi di Rumah

Kementerian PPPA Ingatkan Protokol Kesehatan Tetap Harus Dipatuhi di Rumah

Nasional
Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 10 Triliun, Heru Hidayat: Harta Saya Tak Sampai Segitu

Nasional
Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Ini Kinerja Kemenlu soal Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Peserta Pilkada Dinilai Gagal Gelar Kampanye yang Aman dari Covid-19

Peserta Pilkada Dinilai Gagal Gelar Kampanye yang Aman dari Covid-19

Nasional
Pengamat: Demokrasi Memang Berisik, Jokowi Jangan Panik Kalau Dikritik

Pengamat: Demokrasi Memang Berisik, Jokowi Jangan Panik Kalau Dikritik

Nasional
KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

KPK: Salah Alamat Kalau Jadi Kepala Daerah untuk Cari Pendapatan Lebih Besar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X