DPD Golkar Bali: Partai Dalam Kondisi Terombang-ambing, 85 Kursi Patut Disyukuri

Kompas.com - 28/05/2019, 20:19 WIB
Suasana Munas Golkar, Minggu (30/11/2014), di Nusa Dua, Bali. KOMPAS.com/ICHA RASTIKASuasana Munas Golkar, Minggu (30/11/2014), di Nusa Dua, Bali.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Ketua DPD Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menilai tak ada urgensi mempercepat Musyawarah Nasional Partai Golkar untuk memilih ketua umum baru. Ia menilai capaian Golkar di bawah Airlangga Hartarto yang berhasil menempatkan 85 calegnya di DPR justru patut disyukuri.

"Ada 85 kursi ini kami sangat syukuri. Apalagi dalam kondisi terombang-ambing partai ini,” ujar Demer kepada Kompas.com, Selasa (28/5/2019).

Demer mengakui perolehan 85 Kursi itu turun dari hasil pileg 2014 lalu. Namun ia menilai capaian itu sudah cukup baik jika mempertimbangkan kondisi Golkar yang sempat dilanda konflik internal berkepanjangan serta para elitenya yang terjerat kasus korupsi. Apalagi, Airlangga sendiri baru menjabat ketum Golkar dalam waktu hanya sekitar satu tahun.

“Bisa dibilang prestasi, kan orang menyangsikan Golkar mendapat dua digit. Bahkan lembaga survei mengatakan Golkar mendapat satu digit, tapi dalam satu tahun kita rebound,” kata dia.

Baca juga: Ketua DPP Golkar Bantah 25 DPD Ingin Munas Dipercepat

“Airlangga mampu mensolidkan Golkar, dimana pak ARB, pak Akbar Tanjung , pak JK , dan pak Agung Laksono kompak terjun ke masyarakat untuk Golkar, dan juga pertama kali golkar menang pilpres” tambahnya.

Oleh karena itu, Demer meminta semua pihak menahan diri terkait wacana-wacana yang kontraproduktif. Ia sendiri mengaku tak yakin jika ada 25 DPD Golkar yang menginginkan Munas dipercepat. Ia memastikan DPD Golkar Bali tidak termasuk dari bagian yang menginginkan hal itu.

"Sampai sekarang Bali juga enggak ada diajak komunikasi,” kata Ketua Korwil Bali-Nusa Tenggara DPP Golkar ini.

Berdasarkan rekapitulasi akhir KPU, Golkar meraih 17.229.789 suara atau 12,3 persen. Golkar berada di bawah PDI-P dan Gerindra dalam hal raihan suara nasional.

Baca juga: Perolehan Kursi Golkar Turun, Muncul Wacana Percepat Munas untuk Ganti Airlangga

Hasil itu membuat Golkar hanya meraih 85 kursi di DPR, turun dari 2014 dimana partai beringin menempatkan 91 orang wakilnya di Senayan.

Turunnya perolehan suara dan kursi Partai Golkar dalam Pemilu Legislatif 2019 memunculkan wacana mempercepat Musyawarah Nasional untuk mengganti pucuk kepemimpinan di partai beringin.

Salah satu inisiator untuk mempercepat Munas adalah Azis Samual. Pria yang pernah menjadi Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar ini menyebut para pengurus daerah sudah sepakat untuk mempercepat Munas pada bulan Juli.

"Konsolidasi sudah bulat, 25 DPD I dan beberapa DPD II sudah merestui percepatan Munas ini," kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/5/2019).

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X