Dagangan Dibakar Massa, Ismail dan Rajab Diundang ke Istana

Kompas.com - 24/05/2019, 16:47 WIB
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (24/5/2019) sore, menerima dua pedagang kelontong yang menjadi korban rusuh 22 Mei 2019 lalu. Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (24/5/2019) sore, menerima dua pedagang kelontong yang menjadi korban rusuh 22 Mei 2019 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Jumat (24/5/2019) sore, menerima dua pedagang kelontong yang menjadi korban kerusuhan massa, Rabu (22/5/2019) lalu.

Dua pedagang itu bernama Abdul Rajab (60) dan Ismail (68). Rajab berdagang di Jalan Wahid Hasyim. Sementara, Ismail berdagang di persimpangan antara Jalan Agus Salim dengan Jalan Wahid Hasyim.

Pengamatan Kompas.com, keduanya mendatangi Istana sekitar pukul 15.45 WIB. Sekitar lima menit kemudian, keduanya pun diterima Presiden Jokowi di Ruangan Jepara.

"Siap, Pak Presiden," Rajab menyapa pertama.

Baca juga: Cerita Pedagang Pasar Tanah Abang Rugi hingga Rp 30 juta Saat Kerusuhan 22 Mei

Ia bersikap hormat ke arah Jokowi, kemudian menyalaminya.

Ismail yang berhadapan dengan Jokowi setelahnya menyapa, "selamat sore, Pak," lalu bersalaman.

Presiden Jokowi bertanya bagaimana kronologis hancurnya barang dagangan oleh massa.

"Bukannya itu jauh ya dari massa?" tanya Jokowi.

Keduanya menjelaskan secara runut kronologis kejadiannya. Pada intinya, barang dagangannya tiba-tiba diinstruksikan oleh seorang oknum demonstrans untuk dibakar.

Pertemuan dilanjutkan secara tertutup. Menteri Sekretaris Negara Pratikno turut hadir dalam pertemuan itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X