Airlangga Hartarto Sebut Hasil Hitung Cepat Tak Akan Berbeda dari Hasil KPU

Kompas.com - 17/04/2019, 19:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di TPS 005, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto di TPS 005, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, menilai hasil hitung cepat dari sejumlah lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 tidak akan jauh berbeda dari hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil resmi dari KPU. Walaupun sudah ada hasil hitung cepat sementara ini, namun diperkirakan tidak akan jauh berbeda daripada hasil resminya," ujar Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019).

Meskipun demikian, lanjutnya, Partai Golkar juga akan menunggu hasil resmi dari KPU terkait perhitungan pilpres. Ia mengimbau seluruh komponen masyarakat agar menghormati pilihan rakyat dan tidak melakukan tindakan yang menciderai demokrasi.

Baca juga: Quick Count Sementara 8 Lembaga: Jokowi-Maruf Unggul

Di sisi lain, seperti diungkapkan Airlangga, hasil hitung sementara Pilpres 2019 juga menjadi bentuk syukur karena Partai Golkar sejak awal konsisten memberikan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf.

"Kita juga konsisten memberikan dukungan dan memperjuangkan Jokowi-Ma'ruf secara konsisten. Kami bersyukur atas kemenangan ini," ungkapnya kemudian.

Menurut dia, hasil sementara inu juga menunjukkan masyarakat semakin dewasa dalam memilih.

"Ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia sudah mengalami dan menjalani politik secara dewasa. Partai Golkar mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi-Ma'ruf yang unggul dalam perhitungan cepat," ucap Airlangga.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

Nasional
Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

Nasional
Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

Nasional
UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

Nasional
Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

Nasional
Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

Nasional
Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

Nasional
Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

Nasional
Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

Nasional
Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

Nasional
UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

Nasional
Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

Nasional
UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

Nasional
Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X