BPN Prabowo-Sandi Yakin Program Integrasi E-KTP Bisa Diwujudkan Jika Tak Dikorupsi

Kompas.com - 22/03/2019, 20:27 WIB
Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said KOMPAS.com/Ihsanuddin Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Sudirman Said menuturkan bahwa pihaknya yakin program integrasi KTP-elektronik ( e-KTP) untuk mengakses seluruh program pemerintah dapat diwujudkan.

Sudirman mengatakan, alokasi anggaran yang telah ditentukan pemerintah dalam proyek e-KTP sebenarnya cukup untuk membuat satu kartu dengan berbagai fungsi. Namun sayangnya anggaran tersebut dikorupsi.

"Tentu butuh waktu tapi sebetulnya budget yang pernah dialokasikan jauh lebih dari cukup, lebih dari cukup untuk membuat KTP itu betul-betul berfungsi maksimal. Masalahnya kan dikorup kemarin kan," ujar Sudirman saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Jawab Sandiaga, Mendagri Bilang E-KTP Tak Bisa Dipakai untuk Banyak Program


Sudirman mengatakan, jika Prabowo-Sandiaga terpilih, maka salah satu hal yang akan dilakukan adalah pembenahan proyek e-KTP, termasuk dari sisi anggaran.

Menurut dia, jika anggaran proyek itu tidak bocor, gagasan integrasi E-KTP yang sempat dilontarkan oleh Sandiaga saat debat ketiga pilpres dapat diwujudkan.

"Sebetulnya desainnya sudah sangat bagus, ada chip di dalamnya dan memuat seluruh data yang dibutuhkan, ini tinggal pelaksanaannya diurus oleh orang-orang yang baik, yang amanah, Jangan dikorupsi gitu. Insya Allah itu akan jadi solusi," kata Sudirman.

Seperti diketahui, pada saat debat ketiga pilpres, Minggu (17/3/2019), calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin memamerkan tiga kartu yang akan menjadi program andalannya bersama calon presiden Joko Widodo.

Tiga kartu tersebut adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah dan Kartu Prakerja.

Namun program tersebut mendapat kritik dari rival debatnya Sandiaga Uno. Ia menilai, penggunaan banyak kartu untuk mengakses berbagai program pemerintah justru akan menjadi beban bagi masyarakat dan negara.

Baca juga: Tak Banyak Kartu, Sandiaga Ingin Semua Program Pakai E-KTP

Oleh sebab itu, Sandiaga enggan mengeluarkan program berbasis kartu apabila terpilih pada Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Sandiaga, e-KTP dapat menjadi konsolidator semua program pemerintah.

Artinya masyarakat hanya perlu E-KTP untuk mengakses program-program pemerintah. Dari mulai akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan hingga rumah murah.

Meski konsep single identity number belum sepenuhnya sempurna, Sandiaga yakin hal itu akan dapat diatasi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X