CEK FAKTA: Sandiaga Sebut Pengangguran Didominasi Angkatan Muda

Kompas.com - 17/03/2019, 23:49 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. GARRY ANDREW LOTULUNGCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berjabat tangan dengan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019) malam. Peserta debat ketiga kali ini adalah cawapres masing-masing paslon dengan tema yang diangkat adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

KOMPAS.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa pengangguran di Indonesia didominasi oleh angkatan muda. Angkanya bahkan melebihi 50 persen.

"Sebanyak 61 persen pengangguran dari angkatan muda," ujar Sandiaga dalam debat ketiga Pilpres 2019, Minggu (17/3/2019). Tema debat ketiga membahas pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan sosial budaya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2018 diketahui bahwa ada 1.649.868 pengangguran berumur 15-19 tahun. Kemudian, 2.450.407 pengangguran tercatat berumur 19-24.

Survei ini didapatkan BPS berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).

Dengan demikian, jumlah pengangguran berusia 15 tahun hingga 24 tahun tercatat sebanyak 4.100.275 orang. Jika dibandingkan dengan total pengangguran pada Agustus 2018 yang sebesar 7.000.691 orang, maka terdapat 58,5 persen pengangguran berusia 15 hingga 24 tahun.

Namun, jika melihat data BPS terkait "Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Kelompok Umur pada 2015-2018", maka berikut datanya:

15-19: 26,67 persen
20-24: 16,73 persen
25-29: 6,99 persen
30-34: 3,47 persen
35-39: 2,49 persen
40-44: 1,81 persen
45-49: 1,58 persen
50-54: 1,40 persen
55-59: 1,25 persen
> 60 : 0,61 persen

Melihat data di atas, maka persentase pengangguran untuk kelompok umur 15 hingga 24 tahun adalah 43,4 persen.

Didominasi SMK

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyebut bahwa pengangguran yang ada di Indonesia didominasi oleh lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

"SMK sekarang ini mendominasi jumlah pengangguran," ucap Sandiaga.

Benarkah data tersebut?

BPS mencatat bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia. Angkanya mencapai 11,24 persen yang tercatat hingga Agustus 2018.

Sedangkan pengangguran tertinggi kedua adalah lulusan Diploma II/III yaitu 7,92 persen; lulusan SMA sebanyak 7,19 persen; lulusan universitas sebanyak 6,31 persen; dan lulusan SD sebanyak 2,67 persen.

Namun, menurut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri angka pengangguran lulusan SMK ini turun.

"Saya kasih data, 2015 12,65 persen, pada 2016 turun menjadi 11,11 persen, 2017 naik 11,41 persen sekarang 2018 jadi 11,24 persen," ujar Hanif pada Januari 2019.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cek Fakta Debat Pilpres III Angka Pengangguran

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

Nasional
Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Nasional
Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Nasional
Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Nasional
Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Nasional
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Nasional
UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Nasional
UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

Nasional
Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Nasional
Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Nasional
KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X