BPN Kritik Mekanisme Undian Pertanyaan Debat Kedua

Kompas.com - 20/02/2019, 12:54 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan No JUrut 2, Prabowo Subianto mengambil undian pertanyaan saat Debat Kedua Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon Presiden Nomor Urut 1, Joko Widodo dan No JUrut 2, Prabowo Subianto mengambil undian pertanyaan saat Debat Kedua Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengkritik mekanisme pengundian pertanyaan debat kedua pilpres.

Menurut BPN, tidak seharusnya pengundian pertanyaan menggunakan dua fish bowl atau mangkuk yang berbeda.

Hal itu berpotensi menimbulkan tindakan yang manipulatif.

"Kemarin kan ada pengambilan yang berasal dari dua tempat berbeda, itu bukan undian lagi namanya. Filosofi undian itu kan nggak keluar," kata Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan saat ditemui di kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Rabu (20/2/2019).

Baca juga: Debat Ketiga, Sandiaga Sarankan KPU Tak Hadirkan Pertanyaan dari Panelis

BPN mengkritik mekanisme KPU yang meminta Jokowi dan Prabowo mengambil undian pertanyaan segmen debat kedua dengan tema energi dan pangan, dari dua mangkuk berbeda.

Mekanisme tersebut juga diberlakukan untuk pengundian pertanyaan segmen debat ketiga dengan tema sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Menurut Ferry, pengundian seharusnya dilakukan di satu mangkuk.

Direktur Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ferry Mursyidan Balkan saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019). KOMPAS.com/Devina Halim Direktur Direktorat Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Ferry Mursyidan Balkan saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

"Menurut saya juga sesuatu yang harusnya satu kotak untuk satu topik (tema). Atau ada 4 topik yang dibagi, tapi diambil satu kotak," ujar Ferry.

Baca juga: Perludem Anggap Pertanyaan Panelis Bantu Debat Berjalan Sesuai Substansi

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Viryan Azis menyebutkan bahwa mekanisme pertanyaan diundi dari dua mangkuk yang berbeda supaya kelima tema dapat muncul sebagai pertanyaan.

Sebab, tema energi dan pangan menjadi satu segmen. Tema sumber saya alam dan lingkungan hidup juga menjadi satu segmen.

Baca juga: 25 Pertanyaan Jokowi dan Prabowo saat Debat, Apa Jawaban Anda?

Lagipula, mekanisme pengundian tersebut juga sudah disepakati TKN dan BPN pada saat rapat persiapan debat.

"Sudah dibahas bersama tim kampanye masing-masing pasangan calon. Itu nggak ada masalah, itu sudah clear di awal pada saat persiapan," ujar Viryan.

Namun demikian, mekanisme pengambilan undian pertanyaan ini akan dibahas dalam rapat evaluasi debat yang digelar KPU bersama TKN dan BPN hari ini.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Gubernur Lemhanas: Perlu Amendemen UUD 1945, tapi Jangan Kembali ke Masa Lalu

Nasional
Heboh 'Desa Fiktif', Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Heboh "Desa Fiktif", Mendagri Akan Surati Kepala Daerah untuk Tata Ulang Desa

Nasional
Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Setelah Dua Bulan Disahkan, MK Terima 6 Permohonan Uji Materi UU KPK

Nasional
Usai Investigasi 'Desa Fiktif', Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Usai Investigasi "Desa Fiktif", Kemendagri Minta Bupati Konawe Evaluasi Perda Bermasalah

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Sopir Eks Dirkeu AP II Mengaku Pernah Diingatkan Teman Eks Dirut PT INTI untuk Tak Sering Komunikasi

Nasional
Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Kominfo Akan Serahkan Draft RUU Perlindungan Data Pribadi ke DPR Akhir Tahun

Nasional
Istana Enggan Tanggapi Penolakan Ahok oleh Serikat Pekerja Pertamina

Istana Enggan Tanggapi Penolakan Ahok oleh Serikat Pekerja Pertamina

Nasional
Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Sopir Eks Dirkeu AP II Akui Terima 3 Kali Titipan Uang dari Mantan Dirut PT INTI

Nasional
Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Sempat Dikembalikan Setneg, Bagaimana Nasib RUU Perlindungan Data Pribadi?

Nasional
Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Calon Hakim Ad Hoc Willy Farianto Mengaku Siap Mundur jika...

Nasional
Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Polri Tetapkan 23 Tersangka Terkait Bom Bunuh Diri di Medan

Nasional
Reformasi Birokrasi Bukan Sekadar Wacana, Kementerian PANRB Buka Penerimaan CPNS

Reformasi Birokrasi Bukan Sekadar Wacana, Kementerian PANRB Buka Penerimaan CPNS

BrandzView
Investigasi Desa Fiktif oleh Kemendagri Rampung, Ini Hasilnya...

Investigasi Desa Fiktif oleh Kemendagri Rampung, Ini Hasilnya...

Nasional
Belasan Pejabat Pemkot Medan Diperiksa dalam Kasus Wali Kota Medan

Belasan Pejabat Pemkot Medan Diperiksa dalam Kasus Wali Kota Medan

Nasional
Terima Usulan, Jokowi Proses Wakil Panglima TNI

Terima Usulan, Jokowi Proses Wakil Panglima TNI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X