Datangi Kediaman Dirut PLN, Idrus Mengaku Ingin Konfirmasi Isu yang Lagi Viral

Kompas.com - 12/02/2019, 18:32 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengakui bahwa dia pernah mendatangi kediaman Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir pada Juni 2018.

Menurut Idrus, tujuan kedatangannya itu yang pertama untuk mengonfirmasi isu yang sedang viral terkait Sofyan Basir.

Hal itu dikatakan Idrus saat memberikan tanggapan terdakwa atas keterangan Sofyan Basir yang menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (12/2/2019).

"Yang pertama itu soal yang sedang viral. Awalnya saya telepon langsung, ingin tanya. Tapi karena Pak Sofyan sedang di luar negeri, dia minta saya datang saja ke rumahnya," ujar Idrus kepada majelis hakim.

Baca juga: 7 Keterangan Eni Maulani soal Idrus, Novanto, dan Fee Proyek PLTU

Menurut Idrus, saat itu sedang ramai pembicaraan terkait rekaman perbincangan Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Dirut PLN Sofyan Basyir yang beredar. Dalam rekaman itu,  Rini dan Sofyan diduga berbicara mengenai bagi-bagi saham.

Menurut Idrus, dia ingin mengingatkan agar Sofyan berhati-hati selama tahun politik. Idrus yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial mengingatkan bahwa pejabat negara dapat dengan mudah dimainkan dengan isu-isu politik.

Idrus kemudian mengatur jadwal untuk berkunjung ke kediaman Sofyan. Namun, menurut Idrus, saat itu Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, ingin mengikuti pertemuan di rumah Sofyan.

Selain Eni, pertemuan di kediaman Sofyan juga dihadiri oleh pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Menurut Idrus, Eni dan Kotjo berkepentingan terkait proyek PLTU Riau.

"Waktu itu memang sudah disepakati, Pak Kotjo dulu yang bicara, baru saya belakangan," kata Idrus.

Menurut Idrus, selain berbicara masalah politik, dia juga membahas masalah sosial yang berhubungan dengan keumatan.

Baca juga: Dirut PLN Mengaku Sempat Emosi saat Eni, Kotjo dan Idrus Datang ke Kediamannya

Dalam kasus ini, Idrus didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar dari Johannes Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Idrus didakwa melakukan perbuatan bersama-sama dengan Eni Maulani Saragih.

Menurut jaksa, pemberian uang tersebut diduga agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Kompas TV Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham kembali menjalani sidang kasus siap proyek PLTU Riau-1 di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menurut rencana juga akan memeriksa Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sebagai saksi. Selain Dirut PLN, menurut rencana akan ada dua saksi lain yang dihadirkan untuk dimintai keterangan mengenai sejumlah pertemuan terkait proyek PLTU Riau-1.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.