Pernyataan Djoko Santoso soal Pengunduran Diri Prabowo Disebut Bukan Keputusan Resmi

Kompas.com - 14/01/2019, 11:39 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melambaikan tangan kepada warga yang menghadiri peringatan 14 tahun bencana tsunami Aceh di Pelabuhan Pendaratan Ikan, Lampulo, Banda Aceh,  Aceh, Rabu (26/12/2018). Selain menhadiri peringatan 14 tahun bencana tsunami Aceh, Capres Prabowo Subianto juga berziarah dikuburan massal korban gempa dan tsunami Siron serta bertemu dengan relawan pemenangan Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.IRWANSYAH PUTRA Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melambaikan tangan kepada warga yang menghadiri peringatan 14 tahun bencana tsunami Aceh di Pelabuhan Pendaratan Ikan, Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Rabu (26/12/2018). Selain menhadiri peringatan 14 tahun bencana tsunami Aceh, Capres Prabowo Subianto juga berziarah dikuburan massal korban gempa dan tsunami Siron serta bertemu dengan relawan pemenangan Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid, tidak setuju dengan pernyataan bahwa Prabowo akan mundur jika terjadi kecurangan dalam pemilu.

Menurut dia, itu hanya pendapat pribadi Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

"Saya berharap itu bukan keputusan resmi ya, masih pendapat pribadi, karena itu tidak pernah kita rapatkan," ujar Hidayat di Kompleks Parlemen, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Djoko Santoso: Prabowo akan Mundur jika Terjadi Kecurangan Pemilu

"Dan kalau menurut saya enggak, menurut saya kita sebagai ksatria menang atau kalah adalah soal biasa," tambah dia.

Jika memang ada kesalahan dalam penyelenggaraan pemilu, kata Hidayat, pihaknya akan mengoreksi terus.

Dengan demikian, masyarakat juga bisa mengetahui masalah apa yang terjadi terkait Pemilihan Presiden 2019.

"Kita koreksi terus-menerus dan pihak penyelenggara pemilu pun harus membuka diri," kata dia.

Baca juga: Baliho Gatot Nurmantyo di Posko BPN Prabowo-Sandiaga di Solo Dilepas

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Jumat (16/11/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di kompleks parlemen, Jumat (16/11/2018).

Hidayat mengatakan, KPU sudah menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dari publik. Misalnya, KPU bersedia mengubah jadwal debat terbuka yang semula pukul 18.00 WIB menjadi pukul 19.00 WIB.

Dia yakin KPU bersedia mendengar kritikan apa pun jika ditemukan kesalahan dalam penyelenggaraan pemilu nantinya.

Hidayat juga berharap BPN Prabowo-Sandiaga tidak berhenti melakukan tindakan koreksi semacam itu.

"Jika ada masalah saya berharap timnya Prabowo-Sandi kritik saja terus-menerus, koreksi yang tidak benar itu," ujar Hidayat.

Baca juga: Instruksi Prabowo untuk Relawan pada 17 April 2019

"Dan kemudian kita sudah mendaftarkan diri, ya sudah masuk. Sekali lagi itu adalah pendapat pribadi, bukan mencerminkan pendapat resmi dari Prabowo-Sandi," tambah dia.

Pernyataan Djoko Santoso

Djoko Santoso menyampaikan, Prabowo akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

2 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia di Jawa Tengah, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

2 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia di Jawa Tengah, 91 Petugas Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Sepekan Hilang Kontak, Kapal Pangangkut Ikan Nur Asifa Akhirnya Ditemukan

Sepekan Hilang Kontak, Kapal Pangangkut Ikan Nur Asifa Akhirnya Ditemukan

Regional
Seniman Karawang, Selesaikan Lukisan Kartini Selama 8 Jam

Seniman Karawang, Selesaikan Lukisan Kartini Selama 8 Jam

Regional
5 Fakta Pembakaran 3 Kotak Suara di Maluku, Pelaku Diduga Oknum Caleg PDI-P hingga Merasa Dicurangi

5 Fakta Pembakaran 3 Kotak Suara di Maluku, Pelaku Diduga Oknum Caleg PDI-P hingga Merasa Dicurangi

Regional
Wali Kota Duga Tawuran di Manggarai Disebabkan Perebutan Lahan Parkir

Wali Kota Duga Tawuran di Manggarai Disebabkan Perebutan Lahan Parkir

Megapolitan
40 TPS di 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Direkomendasikan PSU

40 TPS di 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Direkomendasikan PSU

Regional
KPK Evaluasi Pencegahan Korupsi di 3 Provinsi

KPK Evaluasi Pencegahan Korupsi di 3 Provinsi

Nasional
Fadli Zon: Pak Sandiaga Wakil Presiden, Kok Jadi Wagub?

Fadli Zon: Pak Sandiaga Wakil Presiden, Kok Jadi Wagub?

Nasional
BPN Pertanyakan Hasil Penelusuran TKN soal 'Real Count' Prabowo-Sandiaga

BPN Pertanyakan Hasil Penelusuran TKN soal "Real Count" Prabowo-Sandiaga

Nasional
Uang Tunai Senilai Rp 1,5 Triliun Ditemukan di Kediaman Mantan Presiden Sudan

Uang Tunai Senilai Rp 1,5 Triliun Ditemukan di Kediaman Mantan Presiden Sudan

Internasional
Ini Rute LRT hingga Alasan Pemprov Jatim Ingin Punya Transportasi Massal

Ini Rute LRT hingga Alasan Pemprov Jatim Ingin Punya Transportasi Massal

Regional
Hidayat: Monggo Kalau Sandiaga Mau Balik Jadi Wagub DKI, tapi Belum Tentu Kalah Pilpres

Hidayat: Monggo Kalau Sandiaga Mau Balik Jadi Wagub DKI, tapi Belum Tentu Kalah Pilpres

Nasional
Partai Berkarya: Kami Berbenah dan Evaluasi Total Menuju Pemilu 2024

Partai Berkarya: Kami Berbenah dan Evaluasi Total Menuju Pemilu 2024

Nasional
Sejumlah SMP di Kota Bekasi Terlambat Memulai UNBK Hari Ini

Sejumlah SMP di Kota Bekasi Terlambat Memulai UNBK Hari Ini

Megapolitan
Perjuangan di balik Nikmatnya Kuliah di Luar Negeri

Perjuangan di balik Nikmatnya Kuliah di Luar Negeri

Edukasi

Close Ads X