Teror terhadap KPK, Novel Baswedan Minta Presiden Bentuk TGPF - Kompas.com

Teror terhadap KPK, Novel Baswedan Minta Presiden Bentuk TGPF

Kompas.com - 10/01/2019, 14:33 WIB
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan kembali meminta Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Tim itu guna mengungkap pelaku teror terhadap dirinya dan dua pimpinan KPK.

"Bisa saja dari KPK membuat tim. Tapi itu yang paling tepat dilakukan oleh yang membidangi, contohnya apabila Presiden mau membentuk TGPF," ujar Novel saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Menurut Novel, TGPF dapat melibatkan banyak pihak, sehingga proses pengungkapan dapat lebih cepat dilakukan.

Novel tidak ingin berspekulasi terkait dugaan pelaku teror terhadap dua pimpinan KPK. Namun, Novel berharap Presiden dapat mendesak Polri agar segera menangkap pelaku.


"Saya pikir tidak tepat di awal-awal kami sampaikan spekulasi," kata Novel.

Sebelumnya, dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapatkan teror bom pada Rabu (9/1/2019).

Rumah Ketua KPK Agus yang berada di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi mendapat teror berupa benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar rumah pada pukul 05.30 WIB.

Baca juga: Novel Baswedan Pernah Sebut Keterlibatan Jenderal Polisi, Ini Kata Komnas HAM

Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode yang berada di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov pada Rabu dini hari.

Teror juga dialami Novel Baswedan yang disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibat insiden tersebut, mata kiri Novel mengalami kebutaan dan ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.

Novel sempat menyebut ada jenderal polisi yang menjadi dalang dalam kasus penyerangannya itu.


Terkini Lainnya


Close Ads X