Bupati Pandeglang Pastikan Bantuan Logistik untuk Korban Tsunami Cukup untuk 7 Hari

Kompas.com - 28/12/2018, 17:51 WIB
Pemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. 
MUHAMMAD ADIMAJAPemandangan kawasan Kecamatan Sumur yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Selasa (25/12/2018). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai sekitar Selat Sunda bertambah menjadi 222 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Bupati Pandeglang Irna Narulita memastikan bahwa logistik untuk warga yang terdampak bencana tsunami Selat Sunda mencukupi hingga tujuh hari ke depan.

Hal itu disampaikan Irna saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam rangka peninjauan pasca-bencana, di Kantor Bupati, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018).

"Kami sampaikan bahwa kebutuhan logistik cukup sampai dengan tujuh hari ke depan," ujar Irna.

Kendati demikian, ia menyebut tim menemui kendala pada pendistribusian logistik tersebut.

Ia mencontohkan akses ke Kecamatan Sumur, salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, sempat terputus. 

Baca juga: Kecamatan Labuan di Pandeglang Dilanda Banjir, Ratusan Warga Dievakuasi

Di hari kedua, personel TNI dan Polri sudah mulai masuk sekaligus membuka akses ke wilayah tersebut. Namun akses belum sepenuhnya lancar. 

"Hari kedua kami minta tolong danrem sudah masuk, TNI-Polri ada 3.200 personel, baru 72 orang untuk bisa meratakan puing-puing jalan karena terputus, ada pohon, dan sebagainya," jelas dia.

Selain itu, Irna mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan distribusi logistik ke daerah tersebut dapat berjalan baik.

Bupati Pandeglang Irna Narulita saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam rangka peninjauan pasca-bencana, di Kantor Bupati, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Bupati Pandeglang Irna Narulita saat bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dalam rangka peninjauan pasca-bencana, di Kantor Bupati, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018).
Di samping Kecamatan Sumur, terdapat tiga kecamatan lainnya yang juga mengalami dampak cukup parah, yaitu Carita, Labuan, dan Panimbang.

Menurut data yang ia kemukakan per hari ini pukul 07.00 WIB, korban meninggal di daerah Pandeglang sebanyak 288 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Persoalan Covid-19 Terlalu Besar jika Pemerintah Sendirian

Jokowi: Persoalan Covid-19 Terlalu Besar jika Pemerintah Sendirian

Nasional
Jokowi Klaim Program Bansos Covid-19 Berjalan Baik, Ini Rinciannya

Jokowi Klaim Program Bansos Covid-19 Berjalan Baik, Ini Rinciannya

Nasional
Mahfud MD Minta Polisi Pidanakan Konser Dangdut di Tegal

Mahfud MD Minta Polisi Pidanakan Konser Dangdut di Tegal

Nasional
UPDATE: Rekor Kasus Covid-19 dan Desakan Jokowi Ambil Alih Penanganan

UPDATE: Rekor Kasus Covid-19 dan Desakan Jokowi Ambil Alih Penanganan

Nasional
Kawal Program Nadiem Makarim, Komisi X DPR Bentuk Panja Peta Jalan Pendidikan

Kawal Program Nadiem Makarim, Komisi X DPR Bentuk Panja Peta Jalan Pendidikan

Nasional
Tower 8 Wisma Atlet Disiapkan untuk Pasien Covid-19 OTG dan Gejala Ringan

Tower 8 Wisma Atlet Disiapkan untuk Pasien Covid-19 OTG dan Gejala Ringan

Nasional
Sikap Fraksi-fraksi di DPR soal Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Sikap Fraksi-fraksi di DPR soal Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Nasional
Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan dalam Pilkada Bukan Sekadar Formalitas

Ketua MPR Minta Protokol Kesehatan dalam Pilkada Bukan Sekadar Formalitas

Nasional
PDI-P Siapkan Sanksi bagi Kader yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

PDI-P Siapkan Sanksi bagi Kader yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Nasional
KSAU Terima Laporan Kenaikan Pangkat 6 Pati TNI AU

KSAU Terima Laporan Kenaikan Pangkat 6 Pati TNI AU

Nasional
Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Epidemiolog Dorong Tingkatkan 3T

Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Epidemiolog Dorong Tingkatkan 3T

Nasional
Mundur dari Satgas Covid-19, Akmal Taher Kecewa 'Tracing' dan 'Testing' Belum Diutamakan

Mundur dari Satgas Covid-19, Akmal Taher Kecewa "Tracing" dan "Testing" Belum Diutamakan

Nasional
Golkar: Terlalu Jauh Mengaitkan Pilkada 2020 dengan Pilpres 2024...

Golkar: Terlalu Jauh Mengaitkan Pilkada 2020 dengan Pilpres 2024...

Nasional
Pemerintah: Kami Yakin RUU Cipta Kerja Beri Tambahan Perlindungan bagi Pekerja

Pemerintah: Kami Yakin RUU Cipta Kerja Beri Tambahan Perlindungan bagi Pekerja

Nasional
Jumat Malam, DPR dan Pemerintah Bahas Klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja

Jumat Malam, DPR dan Pemerintah Bahas Klaster Ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X