Kemendagri Temukan Pelaku Penjual Blangko E-KTP - Kompas.com

Kemendagri Temukan Pelaku Penjual Blangko E-KTP

Kompas.com - 06/12/2018, 12:00 WIB
Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas.Kompas Blangko KTP elektronik yang diperoleh dari transaksi dalam jaringan, yakni melalui Tokopedia. Blangko itu pun teridentifikasi telah dilakukan personalisasi, salah satu tahap proses pencetakan data di dalam chip KTP-el. Per Jumat (30/11/2018), Tokopedia telah menindak lanjuti penjual itu setelah menerima laporan Kompas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengakui adanya penjualan blangko KTP elektronik (e-KTP) di Pasar Pramuka Pojok, Jakarta Pusat, dan di toko yang ada dalam platform e-dagang. 

Pengungkapan kasus itu diawali dari investigasi yang dilakukan oleh Harian Kompas.

Berbekal informasi tersebut, Ditjen Dukcapil selanjutnya melakukan penelusuran. Mereka berkoordinasi dengan perusahaan pencetak blangko e-KTP dan toko penjual online.

Selama dua hari penyelidikan, Ditjen Dukcapil berhasil mengidentifikasi pelaku.

"Melalui penelusuran lebih lanjut, Ditjen Dukcapil sudah bisa mengidentifikasi pelaku secara lebih rinci lagi, seperti alamat, nomor telepon, bahkan foto wajah yang bersangkutan," kata Direktur Jenderal Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Temuan Tim Kompas, Blangko E-KTP Dijual di Pasar Pramuka hingga Tokopedia

Zudan mengatakan, pihaknya dapat dengan mudah melacak adanya proses jual beli blangko lantaran di setiap blangko e-KTP terdapat UID atau nomor identitas Chip yang khas membedakan satu blangko dengan yang lain.

Nomor ini tercatat secara sistematis sehingga dapat dijadikan petunjuk dalam melakukan penelusuran keberadaan blangko e-KTP.

Terkait indentitas pelaku, pengungkapannya menjadi mudah karena database kependudukan menyimpan data perseorangan penduduk, termasuk data biometrik bagi penduduk dewasa.

Di samping itu, lanjut Zudan, adanya registrasi kartu prabayar yang memuat data kependudukan juga mempermudah pelacakan pelaku.

Hasil pelacakan, posisi pelaku dapat diketahui. Pelaku berdomisili di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

"Pelakunya sudah mengaku dan sekarang kepala Dinas Dukcapil Provinsi Lampung sedang mendatangi rumahnya untuk menanyakan motifnya apa, modusnya apa," terang Zudan.

Saat ini, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan.

Sesuai dengan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, perbuatan tersebut merupakan tindakan pidana.

Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama 10 Tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

 


Terkini Lainnya

JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

JK: Pemerintah Tak Selalu Tertuduh dalam Pelanggaran HAM, Terkadang Jadi Korban

Nasional
KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

KAI Daop 6 Yogyakarta Terjunkan Petugas Ronda Amankan Daerah Rawan

Regional
Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Kritik Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara Televisi

Internasional
Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Tertuduh Mata-mata Rusia Akan Akui Bersalah dan Kerja Sama dengan Jaksa

Internasional
Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Mendekati Pemilu 2019, Jumlah DPT di Gunungkidul Melonjak Ribuan Orang

Regional
Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Studi: James Bond adalah Seorang Pecandu Alkohol

Internasional
Ma'ruf Amin: Januari Saya Akan Turun ke Daerah-daerah

Ma'ruf Amin: Januari Saya Akan Turun ke Daerah-daerah

Nasional
Korban Penipuan DP Rumah Murah di Tangsel Bertambah

Korban Penipuan DP Rumah Murah di Tangsel Bertambah

Megapolitan
Promo, Kartu Jak Lingko Dijual Rp 10.000 hingga Akhir Tahun

Promo, Kartu Jak Lingko Dijual Rp 10.000 hingga Akhir Tahun

Megapolitan
Datangi Kediaman Ma'ruf Amin, PCNU Tangsel Nyatakan Dukungan

Datangi Kediaman Ma'ruf Amin, PCNU Tangsel Nyatakan Dukungan

Nasional
E-KTP Ditemukan Tercecer di Duren Sawit, Polisi Periksa Staf Dukcapil

E-KTP Ditemukan Tercecer di Duren Sawit, Polisi Periksa Staf Dukcapil

Megapolitan
Didatangi Tim OSO, Bawaslu Akan Minta KPU Segera Laksanakan Putusan PTUN

Didatangi Tim OSO, Bawaslu Akan Minta KPU Segera Laksanakan Putusan PTUN

Nasional
Fakta di Balik Kunjungan SBY di Gunungkidul, Menyanyi 'Ojo Podo Nelongso' hingga Makan Bakso Rp 12.500

Fakta di Balik Kunjungan SBY di Gunungkidul, Menyanyi "Ojo Podo Nelongso" hingga Makan Bakso Rp 12.500

Regional
KPK dan 4 Kementerian Sepakati Implementasi Pendidikan Antikorupsi

KPK dan 4 Kementerian Sepakati Implementasi Pendidikan Antikorupsi

Nasional
Pemprov Banten Lepas Saham BJB, Ridwan Kamil Usul Penggantian Nama

Pemprov Banten Lepas Saham BJB, Ridwan Kamil Usul Penggantian Nama

Regional

Close Ads X