Debat Persoalan Ekonomi, "Tempe Setipis ATM" Lebih Mudah Dipahami daripada Deretan Angka

Kompas.com - 27/11/2018, 09:59 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno memperagakan tempe gembus yang mirip teropong di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Sabtu (17/11/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno memperagakan tempe gembus yang mirip teropong di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Sabtu (17/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan, perdebatan terkait ekonomi merupakan perdebatan yang wajar dan dinilainya substantif.

Rico menyebutkan, survei terbaru Median menyebutkan, sebanyak 48,9 persen masyarakat menilai bahwa persoalan ekonomi harus diselesaikan pemerintah.

Belakangan ini, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno berulang kali saling jawab soal harga pasar.

Menurut Sandiaga, ada keluhan warga soal ketidakstabilan harga. Sementara Jokowi mengungkapkan hal sebaliknya.


Baca juga: Blusukan di Pasar Gintung, Jokowi Beli 50 Buah Tempe

"Ini karena orang kebanyakan sulit mencerna pesan berupa angka-angka. Inflasi, angka statistik, ini kan rumit. Akhirnya semua pihak mencoba mencari gimmick dan simbol yang mudah dimengerti orang," ujar Rico dalam acara Aiman yang ditayangkan Kompas TV, Senin (26/11/2018) malam.

Akhirnya, muncul ungkapan-ungkapan seperti tempe setipis ATM hingga makan siang di Singapura lebih murah dari Indonesia.

Rico mengatakan, masyarakat sulit memahami jika diberikan data berupa angka-angka. Ungkapan-ungkapan semacam ini dinilainya lebih bisa dipahami masyarakat.

Menurut Rico, Jokowi juga menyadari hal ini sehingga ia menjawab Sandiaga dengan tidak bermain data.

"Kalau Jokowi mau mengomunikasikan keberhasilannya, dia harus pakai bahasa simbol. Kan sebetulnya dia ahli di situ," ujar Rico.

Baca juga: Ini Alasan Sandiaga Selalu Cari Ukuran Tempe Setiap Kunjungi Pasar

Untuk mematahkan pernyataan Sandiaga, kata Rico, Jokowi melakukan manuver juga dengan turun ke pasar dan berbelanja untuk membuktikan bahwa harga di pasar stabil.

Rico mengatakan, tidak ada yang salah dalam fenomena ini. Survei Median, kata dia, menyebutkan bahwa hanya 20 persen warga yang bisa menyebut visi misi capres dan cawapres dalam Pileg 2019.

Rico mengatakan, hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju.

"Bermain dalam bahasa yang mudah itu menjadi penting karena orang mudah me-relate," kata Rico.

"Oh yang dimaksud Pak Jokowi ini, kalau dia terpilih semua barang murah. Kalau Prabowo, bilang kalau Jokowi terus-terusan di situ, semua barang akan mahal. Sebenarnya itu saja, memang bertarungnya di situ mau enggak mau," tambah dia.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Menuju Istana 2019

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Benarkan Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua Kapolsek Sukajadi Bandung

Polri Benarkan Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua Kapolsek Sukajadi Bandung

Nasional
Gabung Jakarta, Bekasi Harap Tak Ada Lagi Setoran Bea Balik Nama Kendaraan

Gabung Jakarta, Bekasi Harap Tak Ada Lagi Setoran Bea Balik Nama Kendaraan

Nasional
Presiden Jokowi Sapa Para Talenta Musik yang Manggung di Istana

Presiden Jokowi Sapa Para Talenta Musik yang Manggung di Istana

Nasional
KPK: Ada Capim Diduga Pernah Terima Gratifikasi, tapi Masih Diloloskan Pansel

KPK: Ada Capim Diduga Pernah Terima Gratifikasi, tapi Masih Diloloskan Pansel

Nasional
Diduga Berada di Jatim, Polri Masih Buru Penyuplai Data Kependudukan yang Dijual Lewat Situs Web

Diduga Berada di Jatim, Polri Masih Buru Penyuplai Data Kependudukan yang Dijual Lewat Situs Web

Nasional
Pakar Minta Pemerintah Lakukan Perencanaan Matang Ibu Kota Baru

Pakar Minta Pemerintah Lakukan Perencanaan Matang Ibu Kota Baru

Nasional
Soal Ustaz Abdul Somad, Mahfud MD: Kalau Mau Minta Maaf Bagus...

Soal Ustaz Abdul Somad, Mahfud MD: Kalau Mau Minta Maaf Bagus...

Nasional
Ditantang Jajak Pendapat Bekasi Gabung Jakarta, Wakil Wali Kota Bekasi: Tunggu Kajian

Ditantang Jajak Pendapat Bekasi Gabung Jakarta, Wakil Wali Kota Bekasi: Tunggu Kajian

Nasional
Polri: Dinonaktifkan, Oknum Polisi Pemberi 2 Kardus Miras ke Mahasiswa Papua

Polri: Dinonaktifkan, Oknum Polisi Pemberi 2 Kardus Miras ke Mahasiswa Papua

Nasional
Anggota Komisi II Sayangkan Pemerintah Tak Satu Suara soal Ibu Kota Baru

Anggota Komisi II Sayangkan Pemerintah Tak Satu Suara soal Ibu Kota Baru

Nasional
Ketua MPR Sebut Amandemen Terbatas Tak Buat MPR Jadi Lembaga Tertinggi

Ketua MPR Sebut Amandemen Terbatas Tak Buat MPR Jadi Lembaga Tertinggi

Nasional
Optimalisasi Otonomi Daerah Dinilai Lebih Bijak Ketimbang Pemindahan Ibu Kota

Optimalisasi Otonomi Daerah Dinilai Lebih Bijak Ketimbang Pemindahan Ibu Kota

Nasional
RUU Siber Disebut untuk Tegaskan Kewenangan BSSN

RUU Siber Disebut untuk Tegaskan Kewenangan BSSN

Nasional
Mahfud MD Sebut Warga Papua Merasa Dibuat Jadi Warga Kelas Dua

Mahfud MD Sebut Warga Papua Merasa Dibuat Jadi Warga Kelas Dua

Nasional
Pengamat: Banyak PR yang Lebih Mendesak dari Pemindahan Ibu Kota

Pengamat: Banyak PR yang Lebih Mendesak dari Pemindahan Ibu Kota

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X