Bantah Sebar Hoaks Lion Air, Mustofa Sebut Twitnya sebagai Kode

Kompas.com - 02/11/2018, 05:25 WIB
Pegiat media sosial, Mustofa Nahrawardaya Usai diperiksa penyelidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis (1/11/2018).Reza Jurnaliston Pegiat media sosial, Mustofa Nahrawardaya Usai diperiksa penyelidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis (1/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pegiat media sosial, Mustofa Nahrawardaya, diperiksa penyelidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim) Polri, Kamis (1/11/2018) sore.

Dia diperiksa terkait hoaks alias berita bohong seputar insiden kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 lewat media sosial Twitter.

Usai diperiksa, Mustofa menuturkan, penyelidik Bareskrim mengklarifikasi sejumlah hal kepada dirinya. Ia diperiksa oleh penyelidik Bareskrim sekitar 3 jam.

“Klarifikasi misalnya apakah benar itu akun Anda, lalu tujuannya apa,” kata Mustofa.


Mustofa mengatakan, penyelidik Bareskrim mengajukan sekitar 30 pertanyaan.

“Yang substansi paling tiga atau empat tentang maksud postingan,” kata Mustofa.

Baca juga: Mustofa Nahrawardaya Bantah Sebar Hoaks soal Insiden Lion Air

Dalam akun media sosial Twitter @AkunTofa ia menulis, "Kabar dari temen saya di Halim, Lion Air sudah mendarat di Halim Perdana Kusuma Alhamdulillah". Kalimat itu dia melalui akun Twitter miliknya berdekatan dengan waktu jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Namun, kicauan tersebut telah dihapus di timeline Twitter Mustofa. Meski demikian, rekam digital sudah tersebar luas dan mengundang komentar sejumlah warganet.

Mustofa mengaku langsung menghapus tweet-nya itu agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Menurut dia, kicauan di Twitter itu merupakan kode untuk istri atau sopirnya guna memberitahukan bahwa pesawat Lion Air telah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma. Biasanya, digunakan Mustofa sebagai kode untuk penjemputan tokoh-tokoh besar.

Mustofa mengaku ada yang telah menembus akun Twitter miliknya sehingga dia pun melakukan berbagai upaya demi alasan keamanan. 

“Saya terus terang saja hape saya ada yang kloning, sudah saya laporkan sejak 2017, maka saya enggak pernah SMS sama istri, soal penerbangan, soal tujuan perjalanan, soal posisi,” kata Mustofa.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X