Kompas.com - 24/10/2018, 22:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengambil keputusan soal tindak penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet, tanpa melakukan pemeriksaan terhadap Ratna.

Keputusan tersebut diambil, lantaran Bawaslu gagal memeriksa yang bersangkutan. Ratna dijadwalkan diperiksa Bawaslu pada Rabu (24/10/2018) siang di Polda Metro Jaya, namun, kepada Bawaslu Ratna mengaku kurang sehat sehingga tak bisa diperiksa hari ini.

Pihak Ratna selanjutnya meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang, Jumat (26/10/2018). Tetapi, hal itu dirasa tidak mungkin lantaran sesuai dengan prosedur tindakan laporan, Bawaslu harus mengambil keputusan soal kasus Ratna pada Kamis (25/10/2018).

"Sesuai jadwal, kami tiba (di Polda Metro Jaya pukul 15.00). Akan tetapi yang bisa dijumpai adalah pengacara, Pak Damiaji. Menurut dia, Ratna bersedia, tapi hari ini dia kurang enak badan, dan minta pada Jumat. Tapi kan kami harus putus besok," kata Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Baca juga: Sakit, Ratna Sarumpaet Tolak Diperiksa Bawaslu

Karena keterbatasan waktu itu, Fritz mengatakan, pihaknya akan mengambil keputusan tanpa upaya klarifikasi kembali terhadap Ratna.

Mengenai ada atau tidaknya unsur pelanggaran kampanye yang dilakukan Ratna atas tindakannya menyebarkan hoaks, kata Fritz, akan disampaikan besok.

"Sepertinya Bawaslu tidak akan kembali lakukan klarifikasi kepada Ibu Ratna Sarumpaet, karena besok siang kami sudah harus umumkan status laporan, sedangkan Ibu Ratna Sarumpaet bersedianya hari Jumat, jadi waktunya tidak cocok, kami harus mengambil sebuah keputusan tanpa adanya kesaksian dari Ibu Ratna Sarumpaet," terang Fritz.

Fritz melanjutkan, keputusan yang akan diambil oleh pihaknya berdasar pertimbangan dari keterangan sejumlah pihak yang sudah diperiksa, dan mencermati sejumlah bukti dugaan pelanggaran kampanye.

Baca juga: Hoaks Ratna Sarumpaet Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf, Ini Tanggapan Timses

Apabila ada dugaan pelanggaran Undang-Undang Pemilu, maka laporan akan Bawaslu sampaikan pada pihak kepolisian, untuk kemudian dilakukan fungsi penyidikan terhadap para terlapor.

Pemeriksaan terhadap Ratna Sarumpaet dilakukan Bawaslu lantaran mereka menerima sejumlah laporan dan aduan pasca-pengakuan Ratna yang berbohong soal penganiayaan terhadap dirinya.

Salah satu yang mengadukan adalah tim kampanye nasional (TKN) pasangan nomor urut 01 Jokowo-Ma’ruf Amin melalui Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

TKN Jokowi-Ma’ruf Amin mengadukan dugaan pelanggaran kesepakatan kampanye damai dan anti-hoaks. Sebelum TKN, ada kelompok yang menamakan Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR).

GNR menyerahkan laporan soal dugaan kampanye hitam yang dilakukan Prabowo-Sandiaga melalui penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

Besok, Prabowo-Cak Imin Berangkat Bareng ke KPU dari Masjid Sunda Kelapa

Nasional
Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

Pengamat Sebut Jokowi 'Ada Hati' dengan Prabowo sebagai Capres 2024

Nasional
Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

Pengamat: Sangat Masuk Akal jika Jokowi Dekat dan Dukung Prabowo

Nasional
Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

Kontroversi Hendra Kurniawan, Jenderal yang Diduga Larang Keluarga Buka Peti Jenazah Brigadir J

Nasional
LPSK Akan Temui Bharada E di Tahanan

LPSK Akan Temui Bharada E di Tahanan

Nasional
Pengacara Ungkap Bharada E Diperintah Atasan untuk Tembak Brigadir J

Pengacara Ungkap Bharada E Diperintah Atasan untuk Tembak Brigadir J

Nasional
Istri Ferdy Sambo ke Mako Brimob: Saya Percaya dan Mencintai Suami Saya

Istri Ferdy Sambo ke Mako Brimob: Saya Percaya dan Mencintai Suami Saya

Nasional
Partai Republiku Indonesia, Hanura, PKB, dan Gerindra Daftar Jadi Peserta Pemilu Besok

Partai Republiku Indonesia, Hanura, PKB, dan Gerindra Daftar Jadi Peserta Pemilu Besok

Nasional
Dokumen Pendaftaran Peserta Pemilu Partai Gelora Dinyatakan Lengkap

Dokumen Pendaftaran Peserta Pemilu Partai Gelora Dinyatakan Lengkap

Nasional
Polri Tahan Sopir dan Ajudan Istri Irjen Ferdy Sambo

Polri Tahan Sopir dan Ajudan Istri Irjen Ferdy Sambo

Nasional
Sebulan Usai Brigadir J Tewas: Bharada E Tersangka, Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan Dicopot

Sebulan Usai Brigadir J Tewas: Bharada E Tersangka, Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan Dicopot

Nasional
Pengacara: Bharada E Sudah Lebih Lega, Keterangannya Dicatat dalam BAP

Pengacara: Bharada E Sudah Lebih Lega, Keterangannya Dicatat dalam BAP

Nasional
KPU Bentuk 8 Tim untuk Proses Pendaftaran Pemilu, 6 di Antaranya Urus Verifikasi

KPU Bentuk 8 Tim untuk Proses Pendaftaran Pemilu, 6 di Antaranya Urus Verifikasi

Nasional
Striving for Equality, Nilai Kesetaraan ASEAN Para Games 2022 Sejalan dengan Sustainable Pathway MIND ID

Striving for Equality, Nilai Kesetaraan ASEAN Para Games 2022 Sejalan dengan Sustainable Pathway MIND ID

Nasional
Bharada E Sebut Sejumlah Nama yang Terlibat di Kasus Brigadir J dalam BAP-nya

Bharada E Sebut Sejumlah Nama yang Terlibat di Kasus Brigadir J dalam BAP-nya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.