3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Kompas.com - 15/10/2018, 15:00 WIB
Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINA Salah satu tenda pengungsian korban gempa di Gunung Sari, Lombok. Foto diambil pada Senin (20/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, ada tiga lokasi alternatif yang dipertimbangkan menjadi kawasan perumahan baru bagi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Ketiga lokasi itu adalah Duyu dan Tondo di Kota Palu, serta Pombewe di Kabupaten Sigi.

"Di Duyu 78 hektar, Tondo 88 hektar, Pombewe 210 hektar. Ini kira-kira akan diselidiki lebih detail kondisi keamanannya," kata Basuki di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Basuki menjelaskan, penyelidikan itu agar perencanaan pembangunan disusun lebih matang. Hal itu untuk memastikan perumahan yang dibangun tak berada dalam zona rawan likuefaksi dan patahan.

Menurut Basuki, pembangunan akan dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Baca juga: Pasca-gempa dan Tsunami Sulteng, Pemerintah Fokus Bangun Hunian Sementara

Bappenas akan menggandeng sejumlah pihak seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian PUPR, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga para pakar terkait.

"Di lapangan ada tim Jepang sedang menyelidiki. Nanti sekitar seminggu dua minggu mereka akan datang ke Jakarta bergabung. Menyusun bersama Pak Wapres (Jusuf Kalla) dan akan kita rapatkan secara lengkap," kata dia.

Ia juga menegaskan, rumah yang dibangun akan menggunakan material tahan gempa.

"Akan tetap pakai yang tahan gempa. Tapi kan banyak juga yang ingin membantu bangun rumah, ya oke nanti kita tunggu masterplannya, dia di mana lokasinya," kata Basuki.

Baca juga: Jumlah Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sulteng Diperkirakan Lebih dari 5000 Unit

"Akan kami lihat juga konstruksi dan spesifikasinya. Tidak terus boleh (sembarang) membangun," lanjutnya.

Sambil menunggu proses kajian, kata Basuki, saat ini pemerintah fokus pada pembangunan hunian sementara bagi para korban. Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara selesai dalam dua bulan.

Hunian sementara akan dilengkapi dengan fasilitas seperti fasilitas mandi, cuci dan kakus hingga dapur.

"Ini harus selesai dua bulan sambil kita nyusun masterplan untuk membangun yang baru," ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jajal Tol Terpanjang, Jokowi Tempuh 155 Km Kurang dari 2 Jam

Jajal Tol Terpanjang, Jokowi Tempuh 155 Km Kurang dari 2 Jam

Nasional
Tutup Gebyar Karya Pertiwi 2019, Panglima TNI Bicara Potensi Ekonomi Kreatif

Tutup Gebyar Karya Pertiwi 2019, Panglima TNI Bicara Potensi Ekonomi Kreatif

Nasional
Cegah Intoleransi, BPIP Minta Materi Keberagaman Diajarkan di Sekolah

Cegah Intoleransi, BPIP Minta Materi Keberagaman Diajarkan di Sekolah

Nasional
Soal Jiwasraya, Kejaksaan Agung Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Negara

Soal Jiwasraya, Kejaksaan Agung Tunggu Hasil Perhitungan Kerugian Negara

Nasional
Ibas Apresiasi Pemerintah yang Teruskan Pembangunan Era Presiden SBY

Ibas Apresiasi Pemerintah yang Teruskan Pembangunan Era Presiden SBY

Nasional
Usai Diperiksa KPK, Lukman Hakim Sebut Tak Etis Bawa Materi Hukum ke Ranah Publik

Usai Diperiksa KPK, Lukman Hakim Sebut Tak Etis Bawa Materi Hukum ke Ranah Publik

Nasional
Tak Diizinkan Menikah jika Belum Lulus Pembekalan akan Berlaku Bagi Semua Pasangan dan Agama

Tak Diizinkan Menikah jika Belum Lulus Pembekalan akan Berlaku Bagi Semua Pasangan dan Agama

Nasional
Polri Petakan Daerah Rawan Gangguan Keamanan Terkait Pilkada 2020

Polri Petakan Daerah Rawan Gangguan Keamanan Terkait Pilkada 2020

Nasional
Presiden PKS Tak Khawatir Kadernya Pindah ke Partai Gelora

Presiden PKS Tak Khawatir Kadernya Pindah ke Partai Gelora

Nasional
Kemendagri Luncurkan Mesin Cetak Dokumen Dukcapil Layaknya ATM

Kemendagri Luncurkan Mesin Cetak Dokumen Dukcapil Layaknya ATM

Nasional
Koordinasi Penanganan Terorisme di Bawah Komando Ma'ruf Amin

Koordinasi Penanganan Terorisme di Bawah Komando Ma'ruf Amin

Nasional
Wapres Sebut Radikalisme Perlu Ditangani Sejak Usia Dini, Hulu ke Hilir

Wapres Sebut Radikalisme Perlu Ditangani Sejak Usia Dini, Hulu ke Hilir

Nasional
Pasca-Bom Medan, Polda Metro Jaya Ingatkan SOP Masuk Markas Kepolisian

Pasca-Bom Medan, Polda Metro Jaya Ingatkan SOP Masuk Markas Kepolisian

Nasional
Presiden PKS: Sebagai Oposisi, Bukan Berarti Kami Akan Jatuhkan Pemerintah

Presiden PKS: Sebagai Oposisi, Bukan Berarti Kami Akan Jatuhkan Pemerintah

Nasional
KPK Ingatkan Pengusaha Lapor ke Aparat Bila Dimintai Uang oleh Pejabat

KPK Ingatkan Pengusaha Lapor ke Aparat Bila Dimintai Uang oleh Pejabat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X