Kompas.com - 30/09/2018, 15:57 WIB
Presiden Jokowi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami Donggala dan Kota Palu Sulawesi Tengah di Stadion Sriwedari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (30/9/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniPresiden Jokowi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban gempa dan tsunami Donggala dan Kota Palu Sulawesi Tengah di Stadion Sriwedari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (30/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meninjau lokasi gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018).

Presiden tiba pukul 13.00 WITA.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan, setibanya di Palu, Presiden menerima laporan dari kementerian terkait, termasuk Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

Sehari sebelumnya, Sabtu (29/9/2018), Menko Polhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah berada di Palu.

"Presiden pimpin rapat terbatas diikuti jajaran menteri, termasuk Menteri PUPR dan BNPB. Presiden meminta penanganan pertama adalah evakuasi evakuasi korban," kata Johan seperti dikutip dari wawancara langsung yang ditayangkan Kompas TV, Minggu.

Baca juga: BNPB Siapkan Dana Rp 560 Miliar untuk Penanganan Gempa dan Tsunami Palu

Menurut Johan, setelah menerima laporan dari kementerian terkait dan BNPB, Presiden memberikan instruksi agar dilakukan penanganan jalur utama, termasuk ketersediaan listrik dan komunikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditanya apakah Presiden Jokowi ada rencana bermalam di Palu, Johan belum bisa memastikannya.

"Yang terpenting arahan secara langsung sudah diberikan dan meninjau korban," kata dia.

Dalam kunjungannya ini, lokasi pertama yang didatangi Presiden Jokowi adalah Perum Balaroa, lokasi yang disebut mengalami dampak paling berat setelah peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018).

Baca juga: Upaya BUMN Bantu Pulihkan Donggala dan Palu Usai Gempa dan Tsunami

Johan menekankan, yang terpenting saat ini, pemerintah pusat melakukan upaya penanganan dengan cara yang cepat, termasuk mempercepat penggelontoran dana.

Data terakhir yang dirilis oleh BNPB, korban meninggal dalam bencana ini berjumlah 832 orang, dengan rincian di Kota Palu 821 orang dan Donggala 11 orang.

.

.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: #PrayForPalu #PrayForDonggala



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.