ES, Korban Perdagangan Manusia Asal Sukabumi Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

Kompas.com - 13/09/2018, 18:41 WIB
Konferensi pers Bareskrim Polri dan instansi terkait soal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Malaysia di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018). KOMPAS.com/Devina HalimKonferensi pers Bareskrim Polri dan instansi terkait soal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) jaringan Malaysia di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan inisial ES (16) telah berhasil dipulangkan ke Indonesia, setelah terlantar di Malaysia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

Korban yang berasal dari Sukabumi tersebut kemudian dipertemukan dengan  keluarganya di Kantor Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim) Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Wakil Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri Kombes Pol Panca Putra menyebutkan, kepulangan tersebut merupakan kerja sama beberapa instansi terkait.

"Polri, dibantu Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) dan KBRI, kita sudah bekerja sama agar korban dapat dipulangkan," terang Panca saat konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Baca juga: Buron Kasus Perdagangan Orang Tertangkap di Tanjungbalai

"Insya Allah pada siang hari ini, korban telah ada di tengah-tengah kita, setelah dibawa tadi pagi oleh rekan dari Atase Kepolisian KBRI di Kuala Lumpur ke Indonesia," sambung dia.

Korban diiming-imingi pekerjaan di Jakarta. Namun, pada akhirnya dia dikirim oleh pelaku untuk bekerja di Malaysia. Saat bekerja, ES menerima perlakuan kasar dari majikannya.

Setelah lima malam berada di rumah majikannya, ia pun melarikan diri. Hingga akhirnya ditolong oleh seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menetap di Malaysia.

Mendapat informasi itu, pihak KBRI di Kuala Lumpur kemudian meminta korban dan sang penolong untuk mendatangi KBRI untuk dimintai keterangan dan diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Terlibat Perdagangan Orang dan Sebar Konten Pornografi, Dua Orang Ditangkap Bareskrim

Polisi juga telah menangkap pelaku yang berjumlah lima orang. Kelima pelaku yang ditangkap merupakan WNI. Mereka memiliki perannya masing-masing, mulai dari menawari korban pekerjaan hingga mengirim korban ke Malaysia.

Dari mereka, disita sejumlah barang bukti seperti 10 unit telepon seluler, 1 unit laptop, 1 unit printer, 1 unit CPU, 3 buku rekening beserta kartu ATM, blangko surat izin orangtua atau keluarga, dan blangko kosong akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP.

Kelima tersangka akan dikenai pasal berlapis dengan hukuman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun. Denda yang dikenakan berjumlah Rp 300 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Kompas TV Penggeledahan dilakukan setelah petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka, yang bertugas sebagai sponsor dan penampung.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Firli Bahuri: Pegawai KPK Harus Tetap Sejahtera Meski Jadi ASN

Nasional
Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Agus Rahardjo Yakin Pegawai KPK Tetap Independen Meski Jadi ASN

Nasional
Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Ini Kata KPK soal Pembangunan Kolam Renang di Rumah Dinas Ridwan Kamil

Nasional
Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Baca Pleidoi, Bowo Sidik Merasa Bersalah Terjerat dalam Dugaan Korupsi

Nasional
Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Bertemu 1 Jam, Mahfud MD dan Jaksa Agung Bahas Garis Kebijakan Pemerintah

Nasional
Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Bakamla Sebut Aktivitas Terorisme Berpotensi Terjadi di Perairan NKRI

Nasional
Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Wapres Minta Instansi Lain Tiru Polri soal Gaya Hidup Sederhana

Nasional
Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Wapres: Pilkada DPRD Dianggap Tak Demokratis, Pilkada Langsung Biayanya Besar

Nasional
Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Kapolri Sebut Firli Bahuri Tak Perlu Mundur sebagai Polisi

Nasional
Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Wapres Nilai Aset First Travel Sebaiknya Dikembalikan ke Calon Jemaah

Nasional
Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Bowo Sidik: Masuk Tahanan Hal yang Tak Pernah Terbayangkan Sepanjang Hidup

Nasional
Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Bertemu Mahfud MD, Kepala Bakamla Sampaikan Tantangan Negara Maritim

Nasional
Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Soal Surat Edaran Larangan Polisi Hidup Mewah, Ombudsman: Tak Mengubah Apa-apa kalau Edaran Saja

Nasional
Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Wapres Ma'ruf Minta Kasus Sukmawati Diselesaikan Lewat Mediasi

Nasional
Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Eks Kadis PU Papua dan Pengusaha Didakwa Rugikan Negara Rp 40,93 Miliar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X