Sandiaga Minta Ucapannya soal Tempe Setipis Kartu ATM Tak Jadi Olokan - Kompas.com

Sandiaga Minta Ucapannya soal Tempe Setipis Kartu ATM Tak Jadi Olokan

Kompas.com - 11/09/2018, 12:39 WIB
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (tengah) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/9/2018). Sandiaga Uno melakukan kunjungan untuk menyerap aspirasi para pedagang pasar.ANTARA FOTO/Fikri Yusuf Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (tengah) berbincang dengan pedagang saat mengunjungi Pasar Sindhu di Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (9/9/2018). Sandiaga Uno melakukan kunjungan untuk menyerap aspirasi para pedagang pasar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta agar ucapannya yang menyatakakan tempe sekarang setipis kartu ATM lantaran mahal tak menjadi bahan olokan.

Sandiaga mengatakan, ia menyampaikan hal itu setelah berbincang dengan warga di Duren Sawit, Jakarta.

"Yang saya sampaikan itu adalah suara dari rakyat. Itu dari Bu Yuli dan rekannya di Duren Sawit. Itu exactly. Word by word yang disampaikan mereka," kata Sandiaga saat ditemui di kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (11/9/2018).

"Kalau misalnya teman-teman itu mengartikannya sebagai suatu jeritan masyarakat, iya. Apakah ini hiperbolisme? Mungkin iya. Tapi menurut saya itu yang disampaikan masyarakat dan kita enggak boleh mendiskreditkan, mem-bully," kata Sandiaga lagi.

Ia menyatakan semestinya publik melihat pernyataannya itu sebagai bentuk nyata kesenjangan yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Usai Cukur Rambut, Sandiaga Berpose di Samping Foto Jokowi

Apa lagi, kata Sandiaga, saat ini kedelai sebagai bahan baku tempe masih impor. Dengan nilai tukar rupiah yang masih lemah, ia meyakini harga tempe akan naik.

"Tempe pasti akan naik harganya. Ini udahlah. Semua udah nulis. Kesejahteraan desa menurun. Dengan kedelai yang diimpor itu dolarnya naik, ya pasti akan naik harga tempe. As simple as that," ujar Sandiaga.

"Jadi do not be overdramatic atau melodramatic terhadap isu. Harga-harga masih akan naik. semua juga sudah mengakui. Jangan juga denial gitu lho. Kita accept lah. Jangan saling menjatuhkan. Cari solusinya," lanjut dia.

Baca juga: Bersihkan Telinga, Sandiaga Bilang Agar Suara Rakyat Lebih Jelas


Kompas TV Selain bertemu dengan Shinta Wahid. Kedatangan Sandiaga juga disambut baik Yenny Wahid.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Pembunuh Pensiunan TNI AL Menangis Saat Diberi Tahu Ibunya Meninggal

Pembunuh Pensiunan TNI AL Menangis Saat Diberi Tahu Ibunya Meninggal

Megapolitan
Sisi Kiri dan Kanan Jalan Tol Palindra Terbakar

Sisi Kiri dan Kanan Jalan Tol Palindra Terbakar

Regional
Mendagri Belum Terima Pengajuan Cuti Kampanye Pilpres dari Kepala Daerah

Mendagri Belum Terima Pengajuan Cuti Kampanye Pilpres dari Kepala Daerah

Nasional
Cerita Warga di Jombang Lompati Tembok Tetangga agar Bisa Keluar Rumah

Cerita Warga di Jombang Lompati Tembok Tetangga agar Bisa Keluar Rumah

Regional
Panwaslu Jakarta Selatan Keluhkan Kantor Mereka yang Sempit

Panwaslu Jakarta Selatan Keluhkan Kantor Mereka yang Sempit

Megapolitan
Bina Marga Jakbar: Kerusakan JPO RS Sumber Waras Akan Ditangani PT Transjakarta

Bina Marga Jakbar: Kerusakan JPO RS Sumber Waras Akan Ditangani PT Transjakarta

Megapolitan
Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Gaji Disunat, Ratusan Pegawai Honorer Datangi Kantor Bupati

Regional
Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Setelah 3 Tahun Jadi Kadishub, Andri Yansyah Kini Duduki Jabatan Kadisnaker

Megapolitan
Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Kerinduan Terdalam Rumoh Baca Hasan-Savvaz, Anak-anak Jauh dari Narkoba (1)

Regional
Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Gembong: Bahaya kalau Plt di DKI Makin Banyak, Plt Setengah Hati Kerjanya

Megapolitan
Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Lindungi Pulau-pulau Terluar, Jepang Kembangkan Bom Luncur Supersonik

Internasional
Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Ini Penyebab Atap Bandara Sultan Hasanuddin Keluarkan Asap Tebal

Regional
Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Kali Bekasi Tercemar Limbah, PDAM Terpaksa Kurangi Produkai Air Bersih

Megapolitan
Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Minta Maaf, Pemilik Toko PlayStation yang Aniaya Anggota TNI di Medan

Regional
Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Trump: Meski Diminta, Saya Tak Berniat Menemui Presiden Iran

Internasional
Close Ads X