Johan Budi Jadi Juru Bicara di Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 20/08/2018, 19:58 WIB
Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, Senin (11/12/2017) Kompas.com/Robertus BelarminusStaf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, Senin (11/12/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo masuk dalam daftar anggota tim kampanye pasangan bakal capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Johan terdaftar sebagai juru bicara di tim kampanye Jokowi-Ma'ruf. Nama Johan disebutkan oleh Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto saat menyerahkan daftar anggota tim kampanye Jokowi-Ma'ruf di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2018).

"Adapun Juru Bicara yakni Ahmad Basarah, Johan Budi, Abdul Kadir Karding, Tb Ace Hasan Syadzily, Irma Suryani Chaniago, Arif Budimanta, Arya Sinulingga dan Lena Haryana Mukti," ujar Hasto saat membacakan nama-nama juru bicara tim kampanye Jokowi-Ma'ruf.

Baca juga: Ketua KPU: Sekjen Parpol Koalisi Jokowi-Maruf Hanya Serahkan Perubahan Struktur Tim Kampanye

Selain berstatus sebagai juru bicara tim kampanye Jokowi-Ma'ruf dan juru bicara kepresidenan, Johan juga merupakan caleg dari PDI-P.

Johan sebelumnya mengatakan, dirinya sempat meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya saat ini.

Hal itu terkait dengan statusnya yang saat ini menjadi bakal calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PDI-P.

Baca juga: Johan Budi: Saya Sudah Minta Mundur ke Presiden, Kata Beliau Tidak Perlu

Ia mengaku telah beberapa kali meminta izin untuk mengundurkan diri namun Jokowi menyatakan ia tak perlu mundur.

"Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya sudah mengajukan pengunduran diri secara lisan ke Bapak Presiden. Saya ini kan bukan ASN, bukan Pegawai Negeri Sipil. Saya sampaikan kepada Presiden beberapa kali. Beliau menyampaikan tidak perlu mundur," kata Johan saat ditemui di acara pembekalan caleg PDI-P, di Hotel Mercure, Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Baca juga: Ini Alasan Johan Budi Jadi Caleg DPR dari PDI-P

Ia mengatakan saat kampanye nanti akan mengajukan izin kepada Presiden, sebagaimana halnya para menteri di Kabinet Kerja.

"Kalau sementara ini, kalau nanti kampanye, seperti yang disampikan Pak Pram (Sekretaris Kabinet Pramono Anung), saya tentu meminta izin kepada Presiden," lanjut dia.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X