Cerita di Balik Kemeja Putih Jokowi Bersablon "Bersih, Merakyat dan Kerja Nyata"

Kompas.com - 10/08/2018, 18:11 WIB
Presiden RI Joko Widodo usai mendaftar sebagai calon presiden di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.MAULANA MAHARDHIKA Presiden RI Joko Widodo usai mendaftar sebagai calon presiden di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Bersih, Merakyat dan Kerja Nyata." Demikian tertulis di bagian depan kemeja putih yang dikenakan Joko Widodo, Jumat (10/8/2018) pagi.

Kata-kata itu berhias ornamen floral dekoratif di sekelilingnya serta siluet tubuh Jokowi yang sedang berjalan sambil menggulung lengan baju.

Dengan kemeja itu pula, Jokowi mendaftarkan diri ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden bersama sang calon wakil presidennya Kiai Haji Ma'ruf Amin.

Penelusuran Kompas.com, rupanya kemeja unik Jokowi itu dibuat dalam satu hari.

"Kemeja itu awalnya baru kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Sekretaris Pribadi Jokowi Anggit Noegroho saat berbincang santai dengan Kompas.com di Istana Presiden, Jumat siang.

Baca juga: JK Bicara soal Tikungan Akhir Cawapres Jokowi

Mengenakan sesuatu yang berbeda pada saat hari pendaftaran ke KPU sebenarnya sudah diinginkan sejak lama.

Presiden kemudian meminta Anggit beserta tim membuat desain untuk disablon di kemeja.

Kamis siang, sejumlah desain rampung dan dihadapkan di meja Presiden.

"Dari banyak desain, Pak Jokowi lalu milih ini, ini, ini (tiga desain)," ujar Anggit.

Baca juga: Jokowi, Capres yang Hanya Ingin Gelar Insinyur...

Salah satu desain yang dipilih adalah desain yang tersablon di kemeja putih Jokowi yang digunakan pada saat pendaftaran ke KPU.

Sementara, dua desain lagi disimpan untuk digunakan pada momen penting selanjutnya.

Anggit menambahkan, ketika Pilpres 2014, salah satu tagline yang digunakan adalah "jujur" "bersih" dan "sederhana".

Tagline itu dinilai kurang relevan lagi apabila digunakan pada era saat ini.

Page:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Kim Jong Un Disebut Bakal Kunjungi Putin di Rusia Kamis Ini

Kim Jong Un Disebut Bakal Kunjungi Putin di Rusia Kamis Ini

Internasional
Cek 'Range' Nilai UTBK 2019 di Sini, Atas Rata-Rata atau Bawah?

Cek "Range" Nilai UTBK 2019 di Sini, Atas Rata-Rata atau Bawah?

Edukasi
Situng KPU Data 20,3 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,08 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,92 Persen

Situng KPU Data 20,3 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,08 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,92 Persen

Nasional
Ditantang Terbuka, Mengapa Kubu Prabowo Tak Ungkap Proses Real Count Internal?

Ditantang Terbuka, Mengapa Kubu Prabowo Tak Ungkap Proses Real Count Internal?

Nasional
Bawaslu: Ratusan Surat Tercoblos di Aceh Utara Ditangani Gakkumdu

Bawaslu: Ratusan Surat Tercoblos di Aceh Utara Ditangani Gakkumdu

Regional
Tak Hadiri Undangan Pesta, Seorang Nenek Berakhir Dibunuh Cucunya

Tak Hadiri Undangan Pesta, Seorang Nenek Berakhir Dibunuh Cucunya

Internasional
Ini Penjelasan Bawaslu dan Kominfo soal Pencabutan Akreditasi Jurdil2019.org

Ini Penjelasan Bawaslu dan Kominfo soal Pencabutan Akreditasi Jurdil2019.org

Nasional
Penyebab Kebakaran Gudang Logistik KPU Pesisir Selatan Masih Diselidiki

Penyebab Kebakaran Gudang Logistik KPU Pesisir Selatan Masih Diselidiki

Regional
Para Penyebar Hoaks Seputar Pemilu yang Ditangkap Polisi...

Para Penyebar Hoaks Seputar Pemilu yang Ditangkap Polisi...

Nasional
Cerita Asdi, Menjemput Rezeki sebagai Tukang Isi Ulang Korek Gas

Cerita Asdi, Menjemput Rezeki sebagai Tukang Isi Ulang Korek Gas

Megapolitan
Bawaslu Sebut Ada Perampasan Logistik di Nduga, TNI Bantah

Bawaslu Sebut Ada Perampasan Logistik di Nduga, TNI Bantah

Regional
Kesalahan Input Data di TPS Depok, KPU Sebut Petugas Kelelahan

Kesalahan Input Data di TPS Depok, KPU Sebut Petugas Kelelahan

Megapolitan
Luncuran Guguran Lava Gunung Karangetang Capai 2.000 Meter

Luncuran Guguran Lava Gunung Karangetang Capai 2.000 Meter

Regional
Jokowi: Inilah Kondisi Negara Kita, Negara yang Penuh Peraturan...

Jokowi: Inilah Kondisi Negara Kita, Negara yang Penuh Peraturan...

Nasional
Wali Kota Bogor Jenguk Petugas KPPS, Satu di Antaranya Pingsan akibat Pendarahan di Otak

Wali Kota Bogor Jenguk Petugas KPPS, Satu di Antaranya Pingsan akibat Pendarahan di Otak

Regional

Close Ads X