JK Bicara soal "Tikungan Akhir" Cawapres Jokowi - Kompas.com

JK Bicara soal "Tikungan Akhir" Cawapres Jokowi

Kompas.com - 10/08/2018, 17:32 WIB
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendaftarkan diri sebagai calon presiden-wakil presiden periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.Hafidz Mubarak A Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kiri) dan Maruf Amin (kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8). Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendaftarkan diri sebagai calon presiden-wakil presiden periode 2019-2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pihak yang terkejut saat Presiden Joko Widodo mengumumkan cawapresnya untuk Pilpres 2019 yakni Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

Bagaimana tidak, sebab beberapa hari jelang pengumuman itu, nama mantan Ketua MK, Mahfud MD menguat dan disebut-sebut sebagai cawapres pilihan Jokowi.

Bahkan beberapa menit sebelum pengumuman, Mahfud MD terlihat berada di sekitaran Restoran Pelataran, Menteng, Jakarta Pusat, tempat digelarnya konferensi pers pengumuman cawapres Jokowi.

Baca juga: PPP Yakin Jokowi-Maruf Seimbangkan Coattail Effect Partai Koalisi

Terkait hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bahwa perubahan yang begitu cepat disebabkan karena parpol pendukung Jokowi sulit menemukan konsensus terkait nama Mahmud MD.

"Dalam pencalonan itu tak tergantung satu orang, artinya Pak Jokowi tidak sendirian, harus melibatkan setidaknya 6-9 pimpinan partai pada saat terahkir itu susah dicapai konsensus di antara semuanya," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

"Maka berubahlah tiba-tiba pilihan itu. Saya kira itu susah dicapai konsensus antara partai maka dipilih jalan tengah," sambung dia.

Kalla mengaku tak berkomunikasi dengan Mahfud MD pada hari pengumuman cawapres Jokowi. Mahfud, kata dia, juga tidak menghubunginya untuk bicara terkait dinamika terkini.

Baca juga: Maruf Amin, Sarung, dan Kearifan Lokal...

Meski begitu Kalla mengatakan bahwa politik sangat dinamis sehingga kemungkinan perubahan bisa terjadi. Bahkan di saat-saat terakhir sekalipun.

"Seperti saya katakan saat-saat terakhir pasti timbul apa itu, sama saja dengan Pilkada DKI, kan saat terakhir, menit terakhir, baru masuk Anies (Baswedan). Sama, banyak kejadian-kejadian seperti itu yang kita hadapi," kata Kalla.

Sebelumnya, Jokowi-Ma'ruf Amin resmi mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres pada Jumat (10/8/2018). Mereka datang ke KPU sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Close Ads X