Prabowo: Capek Juga Ketemu Orang-orang PKS sama PAN

Kompas.com - 28/07/2018, 09:24 WIB
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). Ijtima Ulama yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ini bertujuan untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaKetua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (kedua kanan), dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri (kanan) berbincang saat menghadiri acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat (27/7/2018). Ijtima Ulama yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) ini bertujuan untuk menentukan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan, koalisi yang ia bangun dengan PKS dan PAN sedianya sudah berlangsung.

Ia mengatakan, koalisi itu sudah terbangun meskipun belum deklarasikan secara resmi lantaran masih menyelesaikan sejumlah hal terkait Pilpres 2019.

"Saya katakan di sini walaupun tidak terlalu nyata, sesungguhnya koalisi Gerindra, PKS, dan PAN itu sudah de facto, berjalan. Walaupun kadang susah. Yang namanya satu keluarga saja susah. Capek juga ketemu orang-orang PKS sama PAN. Karena semua orang pintar," kata Prabowo saat memberikan sambutan di acara Pertemuan Ulama di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Baca juga: Prabowo Legowo Jika Tak Jadi Capres, PKS Anggap Sikap Negarawan

Namun, ia meyakini di akhir nanti Gerindra, PKS, dan PAN akan mencapai titik temu dalam koalisi pilpres, khususnya dalam penetuan cawapres.

"Tapi di ujungnya kami sadar bahwa kami mewakili kepentingan bangsa dan negara. Jadi setiap langkah saya pasti ajak Ustaz Salim (Segaf Al Jufri), Presiden PKS, pasti saya konsul. Ke Pak Amien (Rais) dan Zulhas (Zulkifli Hasan) juga," lanjut Prabowo.

Sebelumnya, koalisi Prabowo masih belum menentukan cawapres pendamping mantan Pangkostrad itu di Pilpres 2019.

Baca juga: Kata Majelis Syuro PKS soal Kepentingan Partai-partai Koalisi di Pilpres 2019

Adapun PAN mengajukan ketua umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Sementara itu, berdasarkan keputusan Majelis Syuro, PKS mengajukan sembilan kadernya sebagai kandidat cawapres Prabowo.

Adapun sembilan kader PKS yang dimaksud adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Baca juga: Ketua Majelis Syuro: PKS Tetap 9 Nama, di Luar Itu Belum Dibicarakan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X