Bupati Terpilih Biak, Kepala Daerah Terpilih dengan Harta Paling Sedikit, Rp 224 Juta

Kompas.com - 26/07/2018, 14:11 WIB
Ilustrasi uang psphotographIlustrasi uang

JAKARTA, KOMPAS.com – Jumlah harta para calon kepala daerah menjadi salah satu perhatian jelang Pilkada Serentak 2018 yang telah berlangsung pada 27 Juni lalu.

Secara resmi, Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan hasil pilkada 162 dari 171 daerah yang menggelar kontestasi. 

Dari data yang dihimpun Kompas.com dari infopemilu.pemilu.go.id dan berbagai sumber, berikut ini 5 kepala daerah terpilih dengan kepemilikan harta terendah.

Harta yang dicatatkan meliputi 6 hal, yakni harta tidak bergerak, harta bergerak, surat berharga, kas atau setara kas, harta lainnya, dan utang.

1. Herry Ario Naap

Bupati terpilih Biak Numfor, Herry Ario Naap, menjadi kepala daerah terpilih dengan catatan harta kekayaan terendah yakni Rp 224.347.489.

Sebelum mencalonkan diri sebagai bupati, Herru menjabat Wakil Bupati Biak Numfor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Dollah Mando

Bupati terpilih Sidenreng Rappang terpilih, Dollah Mando, menjadi kepala daerah kedua dengan total harta kekayaan terendah yaitu Rp 289.143.520.

Baca juga: 5 Kepala Daerah Terpilih Ini Punya Harta Paling Banyak

Sama seperti Herry Ario Naap, Dollah Mando sebelumnya merupakan Wakil Bupati Kabupaten Sidenreng Rappang yang pada Pilkada 2017 terpilih menjadi bupati.

3. Amon Djobo

Bupati terpilih Alor, Amon Djobo, tercatat memiliki kekayaan Rp 358.447.192.

Dia merupakan bupati petahana yang kembali terpilih.

4. Taslim

Urutan keempat ditempati oleh Bupati terpilih Morowali, Taslim, dengan jumlah harta kekayaan sebesar Rp 429.218.039.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Morowali dan mengundurkan diri karena maju dalam pencalonan bupati pada Pilkada 2018.

5. Syahrul

Wali Kota terpilih Tanjung Pinang, Syahrul, tercatat memiliki kekayaan Rp 496.856.360.

Ia adalah Wakil Wali Kota Tanjung Pinang petahana yang kali ini terpilih sebagai wali kota.

Informasi ini diambil dari data penetapan hasil pilkada di 162 daerah dari 171 daerah yang menyelenggarakan pilkada.

Sebanyak 9 daerah lain, yakni Pidie Jaya, Kota Pariaman, Kota Probolinggo, Deiyai, Mamberamo Tengah, Puncak, Jayawijaya, Paniai, dan Mimika data penetapannya belum bisa diakses.

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Fakta Pilkada Serentak 2018 (3)

Kompas TV Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 lalu berjalan relatif stabil dan kondusif
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi Askrindo Mitra Utama

Nasional
Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Saldi Isra: Pemutusan Akses Informasi Harus Perhatikan Hak Warga

Nasional
Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Dugaan Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Jadi Tersangka

Nasional
Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Anggota DPR Sarankan Aturan Tes PCR Jadi Syarat Naik Pesawat Dihapus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.