Caleg Gerindra Diminta Kampanye Presiden Prabowo, Bukan #2019GantiPresiden - Kompas.com

Caleg Gerindra Diminta Kampanye Presiden Prabowo, Bukan #2019GantiPresiden

Kompas.com - 18/07/2018, 05:40 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).Twitter @prabowo Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat memenuhi undangan Politisi Senior PAN Amien Rais di Yogyakarta, Senin (13/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Gerinda mawajibkan seluruh calon anggota legislatifnya untuk memprioritaskan kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Hal itu sesuai tagline partai, yakni "Gerindra Menang, Prabowo Presiden".

Caleg Gerindra diminta tak mengampanyenya #2019GantiPresiden seperti yang sudah ramai belakangan ini.

"Bukan memenangkan orang lain, bukan (kampanye) 2019 ganti presiden lagi. Presiden harus Prabowo," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Baca juga: Gerindra: PKS dan PAN Sudah Beri Tiket Prabowo Maju Pilpres

Menurut Riza, #2019GantiPresiden merupakan tagline sekelompok masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Oleh karena itu, tagar tersebut dinilai bukan representasi Gerindra.

Baca juga: Survei LSI: Kampanye #2019GantiPresiden Semakin Populer dan Disukai

Meski demikian, kata dia, #2019GantiPresiden bukanlah sesuatu yang dilarang. Sebab, ajakan 2019 ganti presiden diperbolehkan bila dilakukan secara konstitusional lewat pemilu.

"Itu (dari) masyarakat, bukan caleg Gerindra. Itu aspirasi masyarakat melihat pemerintahan Jokowi. Wajar saja masyarakat mengeluarkan aspirasi ganti presiden," kata Riza.

"Tetapi, lalu caleg-caleg ini, ya memperjuangkan Gerindra dan memperjuangkan Prabowo dong, bukan orang lain, bukan 2019 ganti presiden," sambung dia.

Kampanye #2019GantiPresiden dipopulerkan politisi PKS, Mardani Ali Sera. Tagline itu kemudian dipakai ketika kampanye Pilkada Serentak 2018 lalu, terutama di Pilkada Jawa Barat.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Saling Beri Dukungan, Kelompok Soekarnois dan Nahdliyin Pesta Bubur Madura

Regional
Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

Regional
Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah 'Genderuwo Politik'

Prabowo : Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, Hingga Ada Istilah "Genderuwo Politik"

Regional
Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Regional
8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

8 Rumah Warga Mamasa Tertimbun Longsor Akibat Gempa

Regional
Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Menhan Israel kepada Hamas: Kami Memberi Makan Monster

Internasional
Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Kisah Wisely Ikut Ujian SIM C, Sepeda Motor Pinjaman hingga Kue untuk Aiptu Jailani

Regional
Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Terdengar Dua Kali Suara Tembakan Mengarah ke Mobil Sriwijaya Air

Megapolitan
Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Kondisi 6 Rumah di Tangsel Terisolasi Dekat Proyek Tol Serpong-Cinere

Megapolitan
Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Polisi Cari Barang Bukti Linggis Pembunuhan Satu Keluarga di Sungai Kalimalang

Megapolitan
Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Regional
Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Pria Ini Minta Dipenjara karena Unduh Gambar Porno Anak-anak

Internasional
Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Wilayah Jelajah Harimau yang Terjebak di Kolong Ruko Diperkirakan Dekat Kawasan Penduduk

Regional
Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Oknum Guru Olahraga Ditangkap karena Cabuli 7 Orang Muridnya

Regional
Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Beasiswa Double Degree Master dan MBA di Oxford University

Edukasi

Close Ads X