Beri Sinyal Merapat ke Koalisi Jokowi, Demokrat Dinilai Semakin Realistis - Kompas.com

Beri Sinyal Merapat ke Koalisi Jokowi, Demokrat Dinilai Semakin Realistis

Kompas.com - 14/07/2018, 17:16 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengukuhkan putranya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. Sabtu (17/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi menilai, sinyal merapatnya Partai Demokrat ke partai politik koalisi pendukung Joko Widodo menunjukkan bahwa partai tersebut sudah mulai realistis dalam menghadapi pemilihan presiden tahun 2019 mendatang.

Sinyal merapatnya Demokrat ke koalisi pendukung Jokowi dilihat dari pertemuan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto dengan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018) kemarin.

"Pak Agus Hermanto hadir di kantor PDI-P, itu menunjukkan bahwa Demokrat telah berpikir realistis," ujar Baidowi saat dijumpai di bilangan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Baca juga: PPP: Kalau Demokrat Mau Gabung, Kami Welcome, Asal Jangan ke Sana ke Mari

Artinya Demokrat tidak lagi ngotot 'menjual' Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke partai politik lain.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun dinilai sudah mau bernegosiasi mengenai capres dan cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019 bukanlah nama AHY.

Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad BaidowiFabian Januarius Kuwado Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi

"Maksudnya realistis itu adalah usungan koalisi baru yang digagas Partai Demokrat selama ini dengan mengusung AHY sebagai tokoh sentral, baik Cak Imin-AHY, lalu ada AHY- Cak Imin, AHY-Anies, Anies-AHY atau pun JK-AHY, ternyata itu tidak menarik perhatian parpol yang lain. Artinya tidak laku," ujar Baidowi.

Baca juga: Kunjungan Agus Hermanto ke PDI-P Bukan Instruksi SBY, tapi Tak Melenceng dari Demokrat

Demokrat, lanjut Baidowi, juga realistis terhadap wacana membentuk poros baru yang selama ini digadang-gadang.

Demokrat dinilai semakin yakin bahwa dalam konfigurasi peta politik saat ini, poros ketiga sulit terwujud.

"Poros baru juga belum laku di mata teman-teman partai politik. Yang ada baru poros besar. Poros Pak Jokowi dan poros penentang Pak Jokowi. Demokrat kalau bergabung dengan kami, berarti itu sudah berpikir realistis. Karena poros baru untuk saat ini belum memungkinkan dibentuk," ujar Baidowi.

Baca juga: Hasto Sebut PDI-P dan Demokrat Punya Komitmen Sama

"Apalagi, dengan ketentuan presidential threshold sebesar 20 persen, parpol berpikir 1.000 kali untuk membangun poros baru. Meskipun terbentuknya poros baru bukanlah sesuatu yang tidak mungkin karena ini politik, tapi untuk konteks saat ini baru sekadar wacana. Tidak ada upaya langkah kongkret membentuk poros baru," lanjut dia.

Sinyal merapatnya Demokrat ke koalisi pendukung Jokowi adalah dengan pertemuan Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Agus Hermanto dengan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018) siang.

Baca juga: Agus Hermanto Bertamu ke DPP PDI-P, Jajaki Koalisi Dukung Jokowi

Usai pertemuan, Agus mengatakan, pertemuan ini merupakan kali pertama dia berkunjung. Ia berjanji, silaturahim kedua partai akan semakin kuat di masa mendatang.

"Tentunya kami semua akan berhubungan secara terus menerus dalam artian memberikan sinyal positif," ujar Agus Hermanto.

"Mudah-mudahan nanti ada sambungan komunikasi lagi untuk memperkuat silaturahmi dan untuk memperkuat pembicaraan kami sehingga kami mempunyai konstruksi pembicaraan lebih bagus di dalam kita melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara," lanjut dia.



Close Ads X