Idrus Minta Parpol Lain Tak Usah Campuri Urusan Golkar - Kompas.com

Idrus Minta Parpol Lain Tak Usah Campuri Urusan Golkar

Kompas.com - 13/07/2018, 12:44 WIB
Ketua Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar Idrus Marham saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Ketua Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar Idrus Marham saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Bidang Kelembagaan DPP Partai Golkar Idrus Marham meminta elite parpol lain tidak perlu ikut campur terkait urusan internal Golkar menghadapi Pilpres 2019.

"Partai lain enggak usah ngurusin Golkar. Biar Golkar sendiri yang ngurusin dirinya sendiri. Enggak usah ada parpol lain komentari Golkar," ujar Idrus saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Hal itu disampaikan Idrus mengomentari pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), beberapa waktu lalu.

Baca juga: Demokrat: Airlangga Minta SBY untuk Bersedia Jadi Koalisi Cadangan

Andi menyebut, dalam pertemuan yang berlangsung di rumah SBY di Kuningan, Jakarta Selatan itu, Airlangga melakukan lobi agar Demokrat dan Golkar bisa membentuk koalisi baru nantinya.

Idurs menilai, pertemuan antara Airlangga dan SBY merupakan komunikasi politik biasa.

Ia memastikan, pasca-pertemuan itu, Golkar tidak akan mengalihkan dukungan dari Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Baca juga: Golkar Bantah soal Tawaran Pembentukan Koalisi Cadangan ke Demokrat

Dukungan Golkar ke Presiden Jokowi, kata Idrus, adalah keputusan final yang telah ditetapkan secara organisasi melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas).

"Jadi kalau ketemu dengan antarpimpinan itu saya kira biasa, melakukan suatu pendekatan dalam pengertian penjajakan," kata Idrus.

"Tapi pendekatan apapun yang dilakukan tidak mengubah keputusan partai, karena kekuatan Partai Golkar ini ada pada sistem bukan pada individu," ucap Menteri Sosial itu.

Baca juga: Politisi Golkar: Andi Arief Melakukan Pembusukan terhadap Ketua Umum Kami

Sebelumnya, Andi Arief menyebut, Airlangga melakukan lobi ke SBY agar Demokrat dan Golkar bisa berkoalisi.

Namun, koalisi itu baru dilakukan apabila Airlangga tidak dipilih sebagai calon wakil presiden bagi Joko Widodo.

"Cerita yang sebenernya itu. Airlangga Hartarto minta SBY agar Demokrat bersedia menjadi koalisi cadangan bersama Golkar jika Airlangga tidak menjadi Cawapres (Jokowi)," kata Andi Arief.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Close Ads X